Home Business Harga Minyak Naik Akibat Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah
Harga Minyak Naik Akibat Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah

Harga Minyak Naik Akibat Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah

0
0

NEW YORK – Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan Rabu (19/6/2019), akibat potensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah setelah serangan dua kapal tanker asal Norwegia dan Jepang pada Kamis pekan lalu di Teluk Oman, yang berbatasan dengan Selat Hormuz di Iran.

Kekhawatiran akan serangan AS ke Iran telah meningkat, karena Washington menuduh Iran sebagai dalang pelaku serangan. Namun Teheran membantah terlibat dalam serangan dua kapal tanker.

Bahkan Presiden AS Donald Trump mengatakan dia siap untuk mengambil tindakan militer untuk menghentikan Iran memiliki bom nuklir. Sebelumnya, Iran mengatakan pada awal pekan ini, sanksi terhadap negaranya membuat Iran akan melanggar kesepakatan dengan memperkaya stok uranium mereka. Hal ini membuka jalan bagi perlombaan senjata nuklir.

Selain itu, kenaikan harga minyak ditopang oleh harapan kesepakatan perdagangan AS dengan China. Dalam sebuah posting di media sosial, Presiden AS Donald Trump membuka peluang untuk bertemu Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 di Osaka, Jepang, minggu depan.

Harapan kesepakatan ini bisa memulihkan perlambatan ekonomi global. Sehingga harga minyak mentah bisa kembali bergairah.

Melansir dari Reuters, Rabu (19/6), harga minyak mentah Brent International naik 3 sen menjadi USD62,17 per barel pada pukul 03:30 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate bertambah 12 sen menjadi USD54,02 per barel.

“Permintaan global untuk minyak mentah mendapat dorongan pada ekspektasi pembicaraan perdagangan AS-China yang menunjukkan beberapa tanda positif setelah tweet Presiden Trump,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

Sementara itu, pelaku pasar sedang menanti pertemuan antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain termasuk Rusia, untuk memutuskan apakah tetap memperpanjang kesepakatan pengurangan pasokan atau tidak. Pakta pemangkasan produksi akan berakhir pada Juni ini. Selanjutnya, OPEC dan negara-negara produsen minyak non-OPEC akan membahas pertemuan pada Juli mendatang di markas besar OPEC di Wina, Austria.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *