Home Fitness Hati-hati Salah Pilih Jenis Latihan Fitness
Hati-hati Salah Pilih Jenis Latihan Fitness

Hati-hati Salah Pilih Jenis Latihan Fitness

0
0

Jakarta – Dea sangat rajin berlatih fitness. Perempuan 24 tahun ini mengaku terobsesi ingin memiliki tubuh seperti artis Hollywood, yakni Madonna dan Angelina Jolie. Oleh karena itu, jika sudah di tempat fitness, Dea bisa betah berjam-jam. Ia berlatih sampai benar-benar puas.

Setelah setahun berlatih, Dea merasa ada yang salah dengan tulang punggungnya. Saat tidur, bagian belakang tubuhnya sering merasa ngilu. Suatu hari, saat mematutkan diri di depan cermin, ia merasa ada yang janggal dengan bentuk tulang punggungnya. “Kok, saya jadi bungkuk, aduh kenapa nih?” ujarnya, panik.

Menyadari kejanggalan ini, Dea menghentikan sementara latihan fitness-nya. Nah, setelah mengobrol dengan ahli physical fitness (kebugaran jasmani) di tempatnya berlatih, ketahuan bahwa Dea telah salah dalam berlatih fitness. Ia melakukan gerakan fitnes tanpa memperhatikan tipe postur tubuhnya. Dea, yang bertubuh kecil dan berpostur agak bungkuk, malah malas menjalani latihan punggung. Ia justru lebih banyak melatih bagian abdomen dan lengan.

Dea, yang kini sudah mengubah pola latihannya, mengungkapkan hal itu dalam seminar “Body Type Exercise” di Jakarta pada Senin, 2 April 2012 lalu. Hasilnya, rasa ngilu yang sempat mendera punggungnya jauh berkurang. Sembari terus berlatih, ia berharap tubuhnya yang sempat bungkuk bisa menjadi tegak.

Henry, konsultan fitness dan ahli kebugaran di Jakarta, membenarkan ihwal perlunya melakukan latihan fisik sesuai dengan postur tubuh. Selain mendapatkan tubuh ideal, kesesuaian latihan dengan postur tubuh bisa menghindari terjadinya cedera. “Pilih olahraga yang sesuai dengan anatomi tubuh agar olahraga yang dilakukan efektif dan menunjang diet yang sedang dijalani,” kata Henry dalam seminar itu.

Menurut dia, pada dasarnya tipe postur tubuh manusia ada tiga, yakni ectomorph (kurus), endomorph (mudah menambah lemak), dan mesomorph (sedang-sedang saja). Tipe ectomorph umumnya bertubuh tinggi, anggota tubuh berukuran kecil, dan memiliki sedikit akses terhadap kelebihan lemak. Orang dengan tipe ini sering mengeluh soal latihan fitness yang malah membuat tubuhnya semakin kurus. Padahal, menurut Henry, tipe latihan fitness memiliki peran penting.

“Pada dasarnya, latihan fitness bukan hanya untuk membakar lemak, tetapi juga untuk latihan fleksibilitas dan kekuatan,” ujarnya. Mereka yang masuk tipe ectomorph, Henry mengingatkan, sebaiknya menekankan aktivitas fisik dengan latihan kekuatan yang akan meningkatkan volume otot.

Adapun orang-orang bertipe endomorph, kata dia, sangat sulit membentuk otot dan kebanyakan postur seperti ini dimiliki oleh perempuan. Dalam banyak kasus, orang-orang ini hanya menganggap penting latihan bagian perut dan tidak melatih bagian tubuh lainnya. “Padahal, dengan melatih kaki hingga menjadi kuat, lemak akan terbakar secara efektif,” kata Henry.

Tipe terakhir, yang dinilai Henry sebagai paling menguntungkan, adalah tipe tubuh mesomorph. Otot orang-orang golongan ini mudah sekali terbentuk dan volumenya mudah dijaga. “Tipe postural seperti ini juga mudah sekali menghilangkan lemak,” kata Henry.

Setelah tahu tipe postural tubuh, menurut Henry, orang yang ingin memiliki postur tubuh ideal harus memperhatikan lima komponen latihan fisik, yakni cardiovascular fitness atau latihan untuk meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru dalam menyuplai oksigen ke dalam otot. Lalu, muscular endurance, yakni latihan pengulangan beberapa kali kontraksi pada otot yang berguna untuk mencegah risiko kelelahan dengan memperpanjang lama kontraksi otot.

Ada pula muscular strength, yaitu latihan untuk meningkatkan kekuatan otot yang dilakukan melalui kontraksi tunggal. Latihan ini harus dibarengi dengan latihan fleksibilitas, yang dilakukan dengan melatih jangkauan yang dapat dicapai oleh sendi tertentu.

“Keempat komponen latihan tidak akan lengkap apabila tidak ada latihan motor skills yang meliputi latihan kemampuan syaraf motorik,” kata Henry. Latihan fleksibilitas meliputi latihan koordinasi, kecepatan, dan kelincahan yang berguna untuk melengkapi aktivitas seseorang.

“Intinya, dalam berlatih fitness, Anda harus jujur pada diri sendiri, termasuk jika ada organ tubuh yang sakit setelah latihan,” kata Henry. Bila kenyamanan didapat, ia menegaskan, “Latihan akan menjadi lebih baik dan postur tubuh tetap terjaga.”

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]