Home Travel Hutan Pinus Malino Jadi Objek Wisata Andalan Warga Sulsel
Hutan Pinus Malino Jadi Objek Wisata Andalan Warga Sulsel

Hutan Pinus Malino Jadi Objek Wisata Andalan Warga Sulsel

0
0

Objek wisata hutan pinus di kawasan puncak Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang sejuk, terus ramai dikunjungi para wisatawan di akhir pekan.

Dalam waktu dekat ini akan ada event besar akan di laksanakan bertajuk Beatiful Malino 2019. Acara ini gagas oleh Pemda Kabupaten Gowa. Tentunya sejumlah artis ibu kota akan diundang oleh pemerintah setempat untuk memeriahkan event yang dipusatkan di objek wisata Hutan Pinus Malino.

Berlangsung di kawasan Hutan Pinus Kota Malino, Kecamatan Tinggimoncong kegiatan pariwisata ini digelar mulai 12 hingga 14 Juli 2019 mendatang. Untuk tahun ini BM 2019 mengambil tema “Romantic” dengan didukung berbagai kegiatan.

Objek wisata di Sulsel

Destinasi wisata alam ini berada di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hutan Pinus Malino ramai dikunjungi wisatawan, termasuk dari Kota Makassar.

Bagi wisatawan yang ingin ke Hutan Pinus Malino alangkah baiknya jika membawa jaket. Karena di lokasi ini suhunya sangat dingin, sebagai persiapan untuk menjaga badan agar tetap hangat.

Di lokasi ini pengunjung akan disuguhi hijaunya pohon pinus tinggi besar yang tumbuh subur berjejeran. Dan beberapa aneka tumbuhan bunga.

Objek wisata di Sulsel

Di hutan pinus ini, pengunjung bisa membawa tikar untuk digunakan sebagai alas duduk di bawah pohon pinus. Beralaskan tikar di atas hamparan rumput sembari menikmati sejuknya hutan pinus bersama keluarga.

Beberapa warga setempat mejajakan jaggung bakar. Serta ada kue khas Malino, seperti tenteng dan dodol, menjadi makanan ringan yang bisa menemani libuaran anda.

Seorang Pengunjung asal Kabupaten Jeneponto, Hasni Daeng Kebo mengatakan objek wisata pinus Malino memiliki beberapa wahana permainan yang bisa dicoba pengunjung.

Objek wisata di Sulsel

Seperti arena permainan flying fox, outbound, berkuda, dan beberapa spot untuk foto di taman bunga. Arena permainan itulah yang menjadi andalan bagi pengunjung yang datang.

“Ada taman bunga tempat foto, ada kuda yang bisa disewa. Sekali putaran dikenakan tarif Rp10 ribu per kuda. Kalau masuk ke hutan pinus bayar Rp10 ribu per orang. Tapi kalau rombongan biasa pengelolah memberikan diskon,” kata Hasni kepada Okezone baru-baru ini.

Arus kendaraan pun turut meningkat setiap akhir pekan menuju objek wisata yang berjuluk “Malino Kota Bunga” ini di sepanjang Jalan Poros Kabupaten Gowa menuju lokasi wisata tersebut. Bahbinkamtibmas Malino Polsek Tinggimoncong Polres Gowa Bripka Ruslan Machmud mengurai arus lalu lintas di jalan poros Karaeng Pado, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong.

Ia bertugas mengantur kendaraan yang hendak masuk ke lokasi wisata dan balik ke kota Makassar. Jalannya berkelok-kelok dan sepanjang mata memandang terdapat pohon pinus di sisi kiri jalan poros.

Bripka Ruslan mengatakan, paling banyak wisatawan datang pasca lebaran idul Fitri 1440 H, wisatawan berkunjung ke wilayah Tinggimoncong, untuk menghabiskan waktu liburannya di tempat objek wisata hutan pinus.

Objek wisata di Sulsel

Bripka Ruslan tetap eksis urai arus lalu lintas. Kegiatan yang di lakukan Bhabinkamtis mengurai arus lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengunjung masyarakat saat berada di wilayah Tinggimoncong,” tambah Bripka Ruslan.

Hutan Pinus Malino merupakan salah satu objek wisata andalan masyarakat, di Sulawesi Selatan yang memiliki keindahan dan panorama yang menakjubkan. Objek wisata di Malino ini terletak di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (Mdpl) berada di daerah Puncak, membuat Malino ditumbuhi pepohonan pinus dan bunga-bunga yang menjadi peninggalan Belanda yang terbilang langka.

Objek wisata di Sulsel

Seperti edelweiss, pohon turi yang bunganya berwarna oranye, dan juga ada tanaman bunga masamba yang warna bunganya berubah-ubah setiap bulannya.

Malino yang biasa dijuluki Kota Bunga, terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kab Gowa, Sulawesi Selatan. Berjarak kurang lebih 90 km dari Kota Makassar.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *