Home Business IHSG Sesi Pagi Jatuh Saat Bursa Asia di Bawah Tekanan
IHSG Sesi Pagi Jatuh Saat Bursa Asia di Bawah Tekanan

IHSG Sesi Pagi Jatuh Saat Bursa Asia di Bawah Tekanan

0
0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan, Selasa (17/7/2018) dibuka melemah saat bursa Asia di bawah tekanan seiring kejatuhan sektor energi. IHSG pagi ini turun 32,190 poin setara 0,545% menjadi 5.872,97.

Pada perdagangan awal pekan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup terpeleset usai kehilangan 38,92 poin atau setara dengan 0,65% ke level 5.905,16. Bursa saham dalam negeri kemarin berakhir negatif usai bergerak mixed sepanjang hari.

Pagi ini sektor saham hampir semuanya berada di zona merah dengan sektor keuangan jatuh terdalam sebesar 1,32% dilanjutkan pelemahan pada sektor aneka industri mencapai 1,29%. Sedangkan satu-satunya sektor yang menunjukkan kinerja positif yakni properti dengan tambahan 0.04%.

Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan H.M. Sampoerna Tbk (HMSP).

Hingga pukul 09.11 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu UNVR turun 0,77% jadi Rp45.400 per unit. Adapun harga saham BBCA turun 0,76% ke Rp22.950, BMRI turun 2,29% jadi Rp6.400, BBRI turun 3,70% ke Rp2.860, dan HMSP turun 1,33% jadi Rp3.720 per saham.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia tertekan dengan pasar saham Jepang sendirian di wilayah positif setelah kembali dibuka usai tutup kemarin. Kenaikan harga minyak sedikit lebih tinggi membuat sektor energi gagal menunjukkan performa terbaiknya.

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,82% saat sebagian besar mencetak kerugian secara luas. Kejatuhan terdalam dipimpin sektor energi dengan CNOOC turun 2,62%. Sementara itu, komposit Shanghai berbalik menyusut sebesar 0,65% dan komposit Shenzhen tergelincir 0,44%.

Selanjutnya indeks Kospi tergelincir 0,22% saat pasar saham Korea Selatan mengalami sedikit tekanan. Nama-nama saham teknologi utama diperdagangkan lebih rendah, dengan Samsung Electronics merayap turun 0,65%.

Bursa saham Australia ASX 200 lebih rendah 0,37% dengan subindex energi membebani patokan setelah jatuhnya harga minyak semalam. Produsen minyak diperdagangkan lebih rendah, dengan Woodside Petroleum menurun 2,23% dan Santos anjlok 1,72%.

Titik terang di antara pasar utama di kawasan ini yakni indeks Nikkei 225 Jepang yang mencetak kenaikan tipis 0,44% ketika pasar saham Jepang dibuka kembali untuk perdagangan setelah liburan. Sebagian besar sektor diperdagangkan lebih tinggi dan indeks MSCI untuk saham di Asia Pasifik kecuali Jepang tergelincir 0,47%.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]