May 21, 2022

Update info terkini Maluku. Ini penyebab terjadi bentrokan di Maluku Tengah Rabu 26 Januari 2022. 

Tepatnya bentrokan terjadi di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Dua kelompok warga yakni Desa Ori dan Kariuw Kecamatan Pulau Haruku terlibat pada bentrokan ini. 

Sejumlah rumah warga di Desa Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah hangus terbakar setelah terjadi bentrok antar dua desa bertetangga di wilayah itu, Rabu (26/1/2022).Sejumlah rumah warga di Desa Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah hangus terbakar setelah terjadi bentrok antar dua desa bertetangga di wilayah itu, Rabu (26/1/2022).

Sejumlah rumah warga di Desa Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah hangus terbakar setelah terjadi bentrok antar dua desa bertetangga di wilayah itu, Rabu (26/1/2022).

Kejadian bentrokan terjadi antara kelompok warga dari dua desa di Kecamatan Pulau Haruku, 

Akibat kejadian ini, sejumlah rumah warga terbakar dan jatuh korban jiwa.

Bentrokan diduga dipicu sengketa tanah yang berada di perbatasan dua desa.

Kronologi kejadian

Dihimpun dari Kompas.com, ketegangan antara dua desa bertetangga telah terjadi sejak Selasa (25/1/2022) malam.

Hingga puncaknya pada Rabu (26/1/2022) pagi.

Sejumlah massa melakukan aksi penyerangan ke Desa Kariuw dan bentrokan tak bisa terhindarkan.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat membenarkan peristiwa tersebut.

“Betul ada terjadi konflik antara dua desa bertetangga di Pulau Haruku,” kata Roem Ohoirat.

Roem menyebut, penyebab bentrokan warga dua desa itu dipicu oleh sengketa tanah di perbatasan antara dua desa.

“Benar ada kesalahpahaman di sana dan sudah kita dorong pasukan ke sana untuk membantu pengamanan,” ujar Roem.

Ia menjelaskan, akibat dari kesalahpahaman itu, sejumlah rumah warga hangus terbakar.

Selain itu, data sementara ada 2 korban jiwa dan 3 korban luka-luka dalam peristiwa itu.

Dari tiga orang yang mengalami luka luka satu di antaranya adalah anggota kepolisian dari Polsek Haruku.

Para korban luka-luka itu telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku untuk perawatan medis.

Polisi minta warga tahan diri

Terkait bentrokan yang terjadi di wilayah itu, Roem meminta kedua warga yang bertikai agar dapat menahan diri.

Warga juga diminta tidak percaya dengan isu-isu tidak benar.

“Kami minta warga juga tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan, karena kita sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan, dan penyelidikan,” tegas Roem.

Aparat gabungan TNI-Polri diiterjunkan ke Pulau Haruku Maluku Tengah, Rabu (26/1/2022) pagi.

Aparat gabungan TNI-Polri diiterjunkan ke Pulau Haruku Maluku Tengah, Rabu (26/1/2022) pagi. (TribunAmbon/Istimewa)

Roem juga berjanji akan mendalami aktor-aktor di balik insiden tersebut.

“Sekali lagi kami minta warga menahan diri, karena kami sedang melakukan penyelidikan.”

“Kita akan mengambil tindakan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat,” sebutnya, dikutip dari Kompas.com.

Informasi tambahan, hingga saat ini aparat TNI dan kepolisian masih bersiaga di perbatasan kedua desa yang bertetangga itu untuk meredam bentrokan yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.