Home sport Memuji Penampilan Pedri Mutiara Baru Barca
Memuji Penampilan Pedri Mutiara Baru Barca

Memuji Penampilan Pedri Mutiara Baru Barca

0
0

TURIN – Barcelona tidak pernah ragu memberikan kepercayaan besar terhadap pemain-pemain muda untuk mengasah kemampuannya di level tertinggi. Keberanian tersebut diperlihatkan Blaugrana saat menurunkan bocah 17 tahun, Pedro Gonzalez Lopez alias Pedri, dalam pertandingan prestisius fase Grup G Liga Champions melawan Juventus, Kamis (29/10/2020).

Diandalkan sebagai starter untuk mendukung Lionel Messi, Antoine Griezmann, dan Ousmane Dembele di lini depan, Pedri bermain sangat baik. Dia tampil di Allianz Stadium seperti halnya pemain-pemain top. Ketika menguasai bola, Pedri sangat sedikit melakukan kesalahan.

Pemain kelahiran Tegueste, Spanyol itu seolah mengejek para pemain Juve dengan dribelnya yang inventif dan berani, mendorong bola ke wilayah lawan. Pedri adalah pemuda jenius yang tak kenal takut. Tercatat, dari total 20 dribel Barca, dia sukses menyelesaikan 4/5 dribel, di bawah torehan Dembele yang menyelesaikan 5/8 dribel dan Messi dengan 6/7 dribel.

Kegemilangan Pedri membuat Barca begitu nyaman dan berhasil meraih kemenangan lewat gol Dembele (21) dan Messi (90 +1 pen). Barca jelas bisa tersenyum lantaran investasi mereka terhadap Pedri terlihat menjanjikan. Tercatat, sejak melakoni debutnya 27 Desember lalu, Pedri telah tampil 7 kali dan mencetak 1 gol bagi Barca.

Gol tersebut dicetaknya saat membantu Blaugrana menggasak Ferencvaros pada pertandingan pertama Grup G, Rabu (21/10). Lebih mengejutkan, Blaugrana hanya membayar seharga 5 juta euro kepada Las Palmas saat memboyong Pedri, 2 September 2019. Sebuah transfer cerdas mengingat talenta Pedri disebut-sebut mirip dengan legenda Barca Andres Iniesta. 

Namun Barca diyakini sudah mengetahui talenta besar Pedri. Di usia 16 tahun, pada 15 Juli 2019, Pedri sudah menandatangani kontrak profesional dan dipromosikan ke tim utama Las Palmas di bawah asuhan pelatih Pepe Mel. Padahal setahun sebelumnya dia baru bergabung dengan tim akademi Las Palmas.

Pedri menjalani debut profesionalnya pada 18 Agustus 2019 dalam usia 16 tahun dengan kekalahan 0-1 atas SD Huesca Segunda Division. Dia mencetak gol profesional pertamanya pada 19 September 2019 ke gawang Sporting de Gijon dan menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Las Palmas pada usia 16 tahun, 9 bulan, dan 23 hari.



Bersinarnya Pedri juga tidak terlepas dari kepercayaan yang diberikan pelatih Ronald Koeman. Diturunkannya pemain bernomor 16 itu saat melawan Juve sebenarnya mengejutkan banyak pihak mengingat dia tampil buruk saatAlih-alih menepikan Pedri, Koeman justru membuat anak itu fokus untuk langsung bermain dalam pertandingan besar lainnya dan Pedri membayarnya dengan penampilan fenomenal di Turin. Nyamannya Pedri dan pemain-pemain Barca ketika menguasai bola menunjukkan evolusi Koeman di Barca terlihat berbahaya.
Selama ini Barca adalah tim yang nyaman menggerakkan bola dalam hal passing, tetapi sekarang mereka juga tim yang senang untuk menghadapi lawan dengan menggiring bola. Sesuatu yang wajib diwaspadai mengingat Barca memiliki kemampuan menghancurkan lawan.

Meski Barca memuncaki klasemen sementara Grup G (6 poin), Koeman menilai timnya sebenarnya bisa menang lebih dari dua gol atas Juve, tetapi itu gagal dicapai karena kurang klinis dalam penyelesaian akhir.

Koeman kini mendapatkan ujian besar jelang pertandingan Primera Liga kontra Deportivo Alaves, Minggu (1/11). Keseimbangan tim sedikit terganggu dengan krisis di lini belakang. Cederanya Ronald Araujo menambah daftar cedera bek Barca setelah sebelumnya kehilangan Gerard Pique dan Samuel Umtiti.

“Selalu penting untuk menciptakan peluang. Kami adalah tim yang unggul, kami memiliki kedalaman bagus di depan. Cederanya Araujo? Kami telah mengetahui sejak awal musim bahwa kami terbatas di bek tengah. Jika kami kehilangan seseorang, kami dalam masalah,” ujar Koeman seperti dilansir Marca.

Di kubu lawan, kekalahan memperpanjang krisis Juve yang belum mencicipi kemenangan di dua pertandingan terakhir dalam semua kompetisi. La Vecchia Signora tertahan di posisi kedua klasemen sementara Grup G. Absennya Cristiano Ronaldo (CR7) dan kartu merah Merih Demiral (85) disebut-sebut membuat permainan Juve kurang optimal.
Tapi pelatih Andrea Pirlo enggan mencari alasan. Dia mengakui timnya belum ada di level yang diharapkan sehingga sulit mengimbangi Barca. Pirlo kini memiliki fokus mempersiapkan Juve agar bisa kembali ke jalur kemenangan saat menghadapi Spezia di Seri A, Minggu (1/11/2020).

“Kami tahu akan sulit melawan Barca yang memainkan sepak bola bagus, yang terbiasa bermain di level ini, sementara kami sedang dalam proses. Pada akhirnya ini adalah pertandingan yang akan berguna bagi kami untuk tumbuh dan berkembang di masa depan. Kami harus bekerja dan berkembang sampai kami bisa bermain melawan Barca dengan level yang sama,” sebut Pirlo. 

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]