Home Business Peritel Minta Aktivitas Ekonomi Tetap Jalan dengan Protokol Kesehatan
Peritel Minta Aktivitas Ekonomi Tetap Jalan dengan Protokol Kesehatan

Peritel Minta Aktivitas Ekonomi Tetap Jalan dengan Protokol Kesehatan

0
0

BANDUNG – Peritel di Jawa Barat meminta agar aktivitas ekonomi di Jabar tetap berjalan di tengah pandemi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Manager Yogya Group Wismark Parluhutan Hutapea mengakui, sejak pandemi COVID-19 terjadi, perusahaan ritel di Jawa Barat termasuk Yogya Group terkena dampaknya.

Terjadi perlambatan transaksi belanja masyarakat akibat pandemi. “Kalau dibilang berat ya berat, karena banyak sektor yang terkena dampaknya. Banyak sektor usaha yang melakukan PHK dan merumahkan karyawannya. Jadi itu berdampak kepada bisnis kami, karena pendapatan mereka juga turun,” kata dia di Bandung.

Kendati begitu, dia mengklaim bisnis Yogya tidak terlalu terpengaruh pembatasan bisnis akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Yogya, kata dia, mengalihkan semua karyawan dan fokus pada lini usaha ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari.

“Mayarakat yang belanja juga sudah berbeda, mereka banyak cari yang promo, beli satu gratis satu, atau program lainnya. Mungkin karena simpanan uang mereka mulai menipis,” beber dia.

Dia berharap, rencana pemerintah untuk kembali menggiatkan ekonomi, stimulus ekonomi, dan kondisi new normal segera terealisasi. Dia berharap aktivitas ekonomi kembali menggeliat. Walaupun, untuk recovery akan membutuhkan waktu lama antara satu hingga dua tahun.

“Tahun ini kami tidak cari untung. Tapi kami berusaha agar hak karyawan bisa terpenuhi dengan tetap membuka operasional kami. Walaupun, kami tidak tahu kedepan akan seperti apa. Kalau semakin berat, kami sulit juga,” imbuh dia.

Chief Public Relation & CSR Yogya Group Anton mengatakan, kendati tetap membuka operasional ritel untuk gerai Yogya, Griya, dan Yomart, pihaknya tetap mengedepankan tindakan protokol kesehatan. Menerapkan antrean untuk mengurangi penumpukan di dalam gerai, menyediakan westafel, mengenakan masker bagi kasir, dan lainnya.

“Untuk pengunjung kami tidak membatasi harus berapa yang masuk. Tetapi jumlahnya kami pantau agar tetap menjaga phisical distancing,” imbuh Anton.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]