Home Travel Pesona Keindahan Dibalik Tebing Koja
Pesona Keindahan Dibalik Tebing Koja

Pesona Keindahan Dibalik Tebing Koja

0
0

TANGERANG – Tempat wisata Tebing Koja di Desa Cireundeu, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten sedang ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan, destinasi wisata baru bekas gajian pasir ini menjadi favorit kalangan milenial.

Tebing Koja merupakan lahan bekas tambang pasir yang sudah tidak aktif lagi. Akibat proses penambangan pasir oleh warga sekitar menyisakan tebing-tebing kapur yang menjulang secara acak dan terlihat cantik.

Bagian dasarnya terisi air berwarna kehijauan dan kebiruan semakin menambah keindahan pemandangan Tebing Koja seluas 17.000 meter persegi ini. Belum lagi persawahan dan kebun yang ada di sekitarnya. Pesona keindahan dan keunikan Tebing Koja inilah yang membuat banyak orang datang untuk sekedar berfoto-foto bahkan ada yang melakukan foto prewedding.
Tempat wisata seluas 17.000 meter persegi dengan latar historis galian pasir ini masih dikelola tradisional oleh masyarakat sekitar.

Selain Tebing Koja, bekas galian pasir golongan C yang kini sedang hits adalah Telaga Biru Cisoka, di Dusun Cigaru, Kecamatan Cisoka.

Zainudin, 55, sang pemilik mengaku tidak menyangka bekas galian pasirnya menjadi tempat wisata seperti yang diperbincangkan orang banyak. Dia bersyukur tempat tersebut kini menjadi mata pencarian warga setempat. “Oleh warga galian itu dirapikan seindah mungkin. Hasilnya sangat luar biasa, kini banyak wisatawan yang datang,” ujarnya.

Menurut dia, sejak proses penambangan dibuka pada 2010, kandungan pasir di wilayah itu habis dikeruk pada 2015. Habisnya kandungan pasir tersebut, membuatnya mengubah pencaharian dari yang tadinya penambang, jadi pembajak kebun palawija seperti kangkung.

Usaha ini berjalan lancar sampai datangnya segerombolan fotografer yang salah alamat. Rombongan itu awalnya ingin pergi ke Telaga Biru Cisoka namun nyasar ke Tebing Koja yang ternyata lebih bagus dan menarik.

Mereka lalu mengeksplore pemandangan di lokasi dan membawanya pulang. Satu minggu kemudian, mereka datang kembali dengan membawa model foto. Dari situlah, Tebing Koja, Kandang Godzila mulai viral.

Setelah viral, Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang sering melakukan kunjungan. Sayangnya mereka belum minat melakukan pengelolaan tempat wisata itu bersama masyarakat. “Dari dinas pariwisata sudah sering datang tapi diam saja alias tidak ada respon. Kalau saya sendiri tidak akan bisa karena gak punya modal. Saya sih maunya dibeli saja sekalian tanahnya semua oleh pemerintah,” paparnya.

Menurut Zainudin, campur tangan pemerintah untuk memoles tempoat wisata itu menjadi lebih baik dan bagus sangat diperlukan. Sebab dia tidak yakin, jika pengelolaan wisata diserahkan masyarakat hasilnya akan buruk. Bahkan lambat laun, wisatawan akan menghilang. Karena itu, dia berharap pemerintah bisa membantu dalam pengembangan usaha wisata tersebut agar lebih maju lagi. “Sekarang sudah agak sepi karena banyak pungutan liar,” ucapnya.

Belum adanya campur tangan pemerintah dalam pengelolaan wisata Tebing Koja dibenarkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang Ahmad Surya Wijaya. Menurut dia, Pemkab Tangerang tidak bisa ikut campur pengelolaan tempat wisata tersebut. Bahkan jika dilakukan dengan menggunakan cara bekerjasama warga lokal.

“Itu sementara masih dikelola oleh lokal, jadi kita belum bisa masuk ke situ. Karena memang tanahnya milik warga. Jadi lagi dibicarakan dulu seperti apa,” jelasnya.

Menurut dia, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sebelumnya pernah meninjau langsung lokasi Tebing Koja dan mengaku kagum dengan seni kerusakan alamnya. Pihaknya mengakui, pengelolaan oleh warga lokal tanpa melibatkan unsur pemerintah sangat berbahaya. Apalagi lokasi galian pasir itu masih sangat asli.

Kecelakaan fatal pernah terjadi di Telaga Biru Cisoka, Desa Cigaru, pada 16 Juli 2019. Dimana dua orang wisatawan asal Bandung, tewas tenggelam saat sedang bermain perahu di tengah danau, karena perahunya terbalik. Meski demikian, bekas galian C tersebut tetap saja menjadi pemikat wisatawan untuk datang.

Dari Jakarta, Tebing Koja Kandang Godzila bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda lipat. Caranya masukkan sepeda ke dalam kereta tujuan Tigaraksa. Dari Tigaraksa, perjalanan goes hanya 15 menit.

Jika berangkat dari Stasiun Tigaraksa, Anda juga bisa naik Gojek ke tempat ini dengan tarif berkisar Rp6.000-Rp8.000. Jauh lebih murah ketimbang anda naik ojek pengkolan yang langsung dipatok Rp20.000-25.000. Jika Anda rombongan, bisa juga sewa mobil angkot dari Stasiun Tigaraksa dengan biayanya mulai dari Rp180.000 tergantung kesepakatan tawar menawar dengan sopir.

Sementara jika Anda memakai kendaraan mobil pribadi, bisa lewat tol Jakarta-Merak dan keluar di pintu tol Balaraja Barat dan meneruskan perjalanan ke arah Cisoka, Taman Adiyasa, atau dengan memakai GPS.

Iqbal, salah seorang wisatawan goes menceritakan pengalamannya ke Kandang Godzila itu. Hingga saat ini, pemandangan alam Tebing Koja masih asri. “Capek sih, tapi terbayar tuntas setelah sampai di sana. Banyak spot bagus untuk foto dan pemandangannya masih sangat asri. Tebing, danau, dan hamparan perkebunan yang masih hijau,” ungkapnya.

Iqbal berharap, potensi Tebing Koja sebagai tempat wisata bisa dimaksimalkan pemerintah dalam pengelolaan bersama dengan masyarakat. “Masuknya murah, hanya Rp5000. Memang waktu ke sana itu, bayak punglinya. Dalam wisata, pungli jadi sumber penyakit bikin turis kapok datang berkunjung,” jelasnya. 

tags:

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *