Home Fashion Saat Tren Olahraga Jalan Cepat Hidup Lagi di Catwalk Milan Fashion Week
Saat Tren Olahraga Jalan Cepat Hidup Lagi di Catwalk Milan Fashion Week

Saat Tren Olahraga Jalan Cepat Hidup Lagi di Catwalk Milan Fashion Week

0
0

Milan – Ada yang berbeda di fashion show Aalto yang digelar dalam rangkaian Milan Fashion Week, Senin (18/6/2018). Alih-alih melenggang anggun, para modelnya menelusuri catwalk bak atlet jalan cepat.

Fashion dan olahraga melebur dalam sebuah kemasan yang unik di presentasi koleksi resort 2019 Aalto. Dominasi celana pendek ketat berwarna mencolok, ugly sneakers, sweatbands, busana bermotif jenaka dan kacamata speed dealer mempertegas bahwa Tuomas Merikoski, desainer sekaligus pendiri label Aalto, terinspirasi oleh gaya sporty era 1980-1990an.

Tak hanya busananya, tapi juga cara jalan para model. Mereka melenggang dengan gerakan jalan cepat, olahraga yang populer di era tersebut. Bukan sesuatu yang lazim memang menampilkan model dengan cara jalan seperti itu. Namun di sisi lain, gerakan tersebut membuat koleksi terasa lebih hidup dan senada dengan temanya.

Pemandangan yang unik terlihat saat seorang model berjalan cepat dalam balutan terusan panjang bersiluet kaftan yang dipadu dengan sneakers dan kacamata. Gerakan pinggul yang intens membuat juntaian kaftan terasa elegan.

Turut mewarnai koleksi bernuansa athleisure tersebut, deretan busana-busana bergaya formal. Mulai dari setelan hingga gaun. Beruntung kaki jenjang para model tersebut beralaskan sneakers yang nyaman. Sulit membayangkan bagaimana bila mereka harus berjalan cepat dengan sepatu-sepatu berhak tinggi.

Tampaknya Tuomas ingin menghidupkan kembali olahraga yang ketenarannya mulai memudar seiring dengan menjamurnya kompetisi lari dan marathon. Tapi, tahukah Anda bahwa rutin melakukan jalan cepat atau power-walking sangat efektif untuk menurunkan berat badan?

Peneliti dari London School of Economics mengungkap bahwa orang yang berjalan cepat selama kurang lebih 30 menit setiap hari akan mengalami perubahan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih kecil dibandingkan orang yang mengunjungi pusat kebugaran secara teratur.

Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Biology Letters menyebut bahwa dengan berjalan cepat seseorang dapat membakar kalorinya hingga 20 persen.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]