Home sport Setelah Dua Bulan Tutup Mulut, Begini Kata Klopp Soal Aksi Ramos ke Salah
Setelah Dua Bulan Tutup Mulut, Begini Kata Klopp Soal Aksi Ramos ke Salah

Setelah Dua Bulan Tutup Mulut, Begini Kata Klopp Soal Aksi Ramos ke Salah

0
0

WASHINGTON – Pelatih Liverpool Juergen Klopp akhirnya buka suara tentang aksi bek Real Madrid Sergio Ramos dalam laga final Liga Champions 2017/2018. Klopp menyebut Ramos merupakan pemain brutal dan kejam di lapangan.

Setelah dua bulan kekalahan menyakitkan Liverpool dari Madrid di Kiev, Klopp menegaskan bahwa Liverpool telah sepenuhnya pulih dari kegagalan itu. Tetapi rasa frustrasinya sangat jelas ketika dia dengan geram menanggapi perilaku Ramos di pertandingan tersebut dan lolos dari hukuman.

Ramos secara luas dikecam karena diduga sengaja melukai pemain depan Liverpool, Mohamed Salah di pertandingan final tersebut.

Dalam pertandingan final tersebut, Salah yang selalu mendapat kawalan dari Ramos akhirnya ditarik keluar pada menit ke 30 karena cedera bahu. Ramos diduga melakukan tarikan disengaja yang mengkibatkan Salah terjatuh dengan bahu kirinya membentur tanah lapangan terlebih dahulu.

Salah mengerang kesakitan dan menangis setelah insiden tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Salah diharuskan menepi selama dua minggu lebih. Selama dua bulan terakhir, Kloop menolak untuk berkomentar tentang Ramos. Tetapi akhirnya dia mengungkapkan pikirannya, Minggu(30/7/2018) ketika melakukan tur pramusim di Amerika Serikat.

“Jika Anda menontonnya kembali dan Anda bukan penggemar Real Madrid atau pendukung Ramos, maka Anda pikir itu kejam dan brutal. Tapi, Anda akan bisa menempatkan situasi yang berbeda untuk Ramos ketika Anda merupakan penggemar dan sudah menyaksikan sepak bola dari umur lima tahun,” kata Klopp dikutip dari Telegraph, Senin (30/7/2018)

“Dengan Salah yang mendapat kawalan, Anda tidak akan berpikir ‘Wow, itu merupakan duel yang bagus’. Itu kejam. Saya pikir Salah tidak selalu cedera dalam situasi itu, dia hanya tidak beruntung di pertandingan itu, tetapi ini adalah pengalaman yang tidak bisa kami miliki,” tambah mantan pelatih Dortmund itu.

“Saya tidak yakin apakah pengalaman itu akan kita miliki lagi. Bertanding kemudian melukai pemain depan lawan dengan menjatuhkannya seperti bertanding gulat dan kemudian Anda akan memenangkan pertandingan,” pungkasnya.

tags:

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]