Home Fashion Tampil Keren dengan Gaya Tentara
Tampil Keren dengan Gaya Tentara

Tampil Keren dengan Gaya Tentara

0
0

Tren ini terinspirasi dari seragam militer pada abad ke-19 saat Perang Dunia II. Pada masa itu, negara-negara di Eropa memusatkan perhatiannya pada pendanaan perang. Hal ini turut memengaruhi dunia mode dan cara berpakaian. Busana yang ada di pasaran cenderung berwarna gelap dan mengadopsi siluet busana tentara yang tegas, dan fungsional. Konsep military fashion ini selalu mendapatkan ‘tempat’ di panggung hingga saat ini yang menjelma menjadi street style yang modis.

Motif Camouflage
Motif ini digunakan oleh tentara Inggris pada awal tahun 1800-an untuk melindungi diri terhadap akurasi sasaran tembak senjata yang makin canggih. Motif loreng membantu para tentara bersembunyi dan ‘menyatu dengan alam’ saat berperang.

Baju ABRI di Indonesia pun memiliki motif camou warna hijau. Alasannya adalah karena medan perang Indonesia lebih dominan dengan hutan tropis berwarna hijau, tanah, dan kayu berwarna cokelat.

Motif camouflage dengan warna hijau army sangat sering melebur dalam bermacam jaket atau busana yang lebih feminin seperti gaun, jumpsuit, dan aksesori emblem yang kini makin naik daun.

Boots
Sepatu boots dengan bahan tebal berawal dari alas kaki bangsa Mongolia agar dapat bertahan di cuaca dingin yang ekstrem. Fungsi sepatu boots sebagai penghangat tubuh bergeser pada masa kejayaan Napoleon Bonaparte.

Pada masa itu para tentara menggunakan boots karena bahan kulit yang digunakan dinilai tahan banting untuk segala medan perang. Bentuk sepatu yang tinggi membantu tentara lebih nyaman menyeberangi sungai dan menempuh dataran terjal.

Kini variasi model sepatu boots amat beragam dari segi desain. Termasuk The Wellington Boot asal Inggris atau Frye Boots asal Amerika, yang populer. Dr. Martens adalah salah satu brand sepatu asal Jerman yang juga konsisten menampilkan varian sepatu model boot.
Trench Coat 
Untuk melindungi tubuh dari udara dingin, trench coat menjadi busana andalan tentara Inggris saat berperang melawan Prancis. Salah satu desainer asal Inggris, Burberry, mempopulerkan trench coat dari bahan garbadine yang tahan segala jenis cuaca. Jaket tersebut seolah menjadi pengganti jas hujan yang cenderung berat dan kurang nyaman digunakan. Trench coat warna khaki lengkap dengan sabuk sebagai pengikatnya dipatenkan Burberry pada tahun 1912.

Meskipun perang telah berakhir, trench coat tetap digunakan berbagai kalangan sebagai busana sehari-hari. Siluet busana ini lantas menjadi andalan untuk koleksi fall/winter dari banyak desainer, di antaranya Balenciaga, Christian Dior, dan Michael Kors yang bermain dengan banyak jenis bahan atau warna.

Bomber Jacket
Busana ini dikenal sebagai flight jacket yang diperuntukan bagi pilot militer pada Perang Dunia I. Pada saat itu, kebanyakan pesawat tidak memiliki ruang cockpit tertutup sehingga udara dingin dapat mengganggu kenyamanan pilot.

Royal Flying Corps di  Belgia dan Prancis mengeluarkan bomber jacket berbahan kulit karena paling hangat. Hal ini diikuti oleh tentara militer Amerika Serikat yang mendirikan Aviation Clothing  brand pada tahun 1917. Perusahaan itu melansir jaket berbahan kulit khusus untuk tentara.

Gaya bomber diperkenalkan pada tahun 1932 oleh US Army Air Corps-A2 yang menampilkan kerah tinggi, manset, zipper, bahkan penggunaan lapisan bulu untuk menambah kehangatan.

Pada akhir tahun 1960 hingga 1980-an, jaket bomber kembali ngetren berkat film Top Gun yang dibintangi Tom Cruise. Tampilannya pun lebih modis.

Kini model bomber jacket kembali ke putaran mode dengan permainan detail kancing, kantong, hingga bordiran. Busana yang sangat maskulin ini menjadi lebih cantik dan modis.

Cargo Pants
Menurut Ben Grant dari University of Oxford, celana cargo pertama kali digunakan oleh tentara Inggris pada tahun 1938.

Yang membedakan celana cargo dengan celana khaki adalah detail cargo pocket, beberapa buah kantong persegi empat di samping celana. Biasanya kantong cargo menggunakan tutup lipat yang dapat dikunci dengan kancing atau Velcro untuk menyimpan amunisi, radio panggil, kompas, hingga botol minum cadangan.

Kini, tampilan celana cargo banyak diadopsi untuk gaya berpakaian yang boyish. Celana ini bahkan sangat nyaman digunakan saat travelling.

Aviator
Muncul pertama kali di tahun 1930-an, kacamata ini diciptakan khusus untuk angkatan udara Amerika Serikat oleh Rayban, merek dagang yang dikeluarkan oleh Baush & Lomb.

Salah satu tipe kacamata produksi Rayban yang terkenal adalah Rayban Wayfarer yang digunakan oleh Tom Cruise di film Top Gun. Yang juga populer, model kacamata Rayban Aviator digunakan oleh Jendral Douglas MacArthur ketika berperang di Filipina.

Kacamata yang memang makin naik daun pada tahun 1980-an ini kemudian berkembang dengan berbagai permainan pada lensa mirror hingga frame yang makin modis. Cocok digunakan untuk pria dan wanita.

tags:

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]