Home Business Wall Street Ditutup Naik Dipicu Harapan Kenaikan Suku Bunga Fed
Wall Street Ditutup Naik Dipicu Harapan Kenaikan Suku Bunga Fed

Wall Street Ditutup Naik Dipicu Harapan Kenaikan Suku Bunga Fed

0
0

NEW YORK – Saham-saham di Wall Street terangkat lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Hal ini dikarenakan ekspektasi investor untuk penurunan suku bunga didukung menyusul kesaksian kebijakan moneter dari ketua Federal Reserve AS dan risalah pertemuan terbaru bank sentral.

Melansir laman antaranews, Jakarta, Kamis (11/7/2019), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 76,71 poin atau 0,29 persen, menjadi berakhir di 26.860,20 poin. Indeks S&P 500 bertambah 13,44 poin atau 0,45 persen, menjadi ditutup di 2.993,07 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 60,80 poin atau 0,75 persen lebih tinggi, menjadi 8.202,53 poin.

Wall Street mendapat dorongan ketika Ketua Fed Jerome Powell memicu harapan untuk penurunan suku bunga potensial akhir bulan ini dalam kesaksian dovish (pelonggaran moneter) di depan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada Rabu pagi (10/7/2019).

Wall Street

“Banyak peserta FOMC melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang agak lebih akomodatif telah menguat,” katanya. Ia menambahkan bahwa ketidakpastian di sekitar ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi global terus “membebani prospek ekonomi AS.”

Inflasi juga telah berjalan di bawah target simetris 2,0 persen Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), katanya, di tengah “arus lintas” yang telah menciptakan ketidakpastian yang lebih besar sejak Mei.

Pejabat-pejabat Federal Reserve juga mendukung penurunan suku bunga jangka pendek, yang “dapat membantu meredam dampak dari kemungkinan guncangan yang merugikan di masa depan bagi ekonomi,” tulis risalah pertemuan FOMC pada 18-19 Juni, yang dirilis pada Rabu sore (10/7/2019).

“Peserta umumnya sepakat bahwa risiko penurunan prospek kegiatan ekonomi telah meningkat secara material sejak pertemuan mereka Mei, terutama yang terkait dengan negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di luar negeri,” sebut risalah tersebut.

Saham Comcast naik hampir 1,9 persen, setelah Goldman Sachs meningkatkan peringkat saham perusahaan menjadi “beli” dari “tahan”.

Bank percaya bahwa raksasa telekomunikasi AS itu “diposisikan untuk mempertahankan pertumbuhan dua digit” dalam laba selama lima tahun ke depan.

Saham Levi Strauss jatuh sekitar 12 persen, setelah raksasa pakaian AS itu melaporkan penurunan laba kuartal kedua, karena terseret oleh “dolar yang lebih kuat, biaya pemasaran yang lebih tinggi, dan investasi dalam bisnis daring.”

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi naik lebih dari 1,3 persen, memimpin kenaikan.

tags:

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *