Home Health Warga Bogor Terserang Chikungunya sampai Lumpuh, Ketahui Penyebab dan Gejalanya!
Warga Bogor Terserang Chikungunya sampai Lumpuh, Ketahui Penyebab dan Gejalanya!

Warga Bogor Terserang Chikungunya sampai Lumpuh, Ketahui Penyebab dan Gejalanya!

0
0

Warga Bogor dikabarkan terserang virus chikungunya hingga kondisinya lumpuh. Walau jarang terdengar kasusnya saat ini, Anda tentu wajib mencegahnya.

Walau chikungunya sebagian besar tidak fatal, tetapi rasa sakitnya bisa sangat traumatis. Sama seperti penyakit demam berdarah yang paling ditakuti, chikungunya juga merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Bila terserang virusnya bisa menyebabkan demam dan nyeri sendi yang sangat parah, yang dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Rasa sakitnya bahkan melemahkan dan membuat pasien berjalan dengan baik.

Dilansir Okezone dari Timesofindia, Selasa (9/7/2019), banyak gejala chikungunya yang mirip dengue dan zika. Jika tempat tinggal dekat dengan tempat perkembangbiakan nyamuk, Anda berisiko sangat tinggi terkena chikungunya, serta penyakit-penyakit yang ditularkan oleh nyamuk lainnya.

Nyamuk gigit

Virus chikungunya tersebut ada pada nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua spesies yang berkembang biak di negara tropis. Bahkan bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain, dengan gigitan nyamuk betina. Nyamuk itu biasanya menggigit pada siang hari.

Jika seseorang digigit nyamuk yang terinfeksi, gejalanya biasanya akan muncul dalam waktu 4 hingga 8 hari. Tapi bisa juga muncul setelah 2 hari, atau mungkin tidak muncul hingga 12 hari.

Dokter mencurigai bahwa virus telah bermutasi, menyebabkan gejala yang jauh lebih parah sekarang daripada sebelumnya. Biasanya, chikungunya akan dimulai dengan demam mendadak yang disertai rasa sakit pada persendian.

Nyeri sendi dapat terjadi pada tangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan kaki yang dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, bahkan dapat berlanjut selama satu tahun. Disertai juga gejala mual, kelelahan, hingga ruam, yang membuat pasien tidak nyaman.

Sayangnya, dalam beberapa kasus rasa sakit ini dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kekritisan dan umur panjang dari rasa sakit ini memutuskan apakah chikungunya akan menjadi akut, subakut atau penyakit kronis. Namun, pada sebagian besar kasus, pasien pulih.

Dinkes Bogor

Dinkes Bogor tinjau keluarga penderita chikungunya (Foto: Putra/Okezone)

Selain rasa sakit pada persendian, beberapa pasien juga melaporkan masalah dengan mata, jantung dan neurologis serta komplikasi gastrointestinal. Namun, kasus pengaduan semacam itu masih jarang terjadi.

Jika pasien chikungunya adalah orang tua, penyakitnya bisa menjadi sangat kritis. Bahkan dapat berkontribusi pada penyebab kematian pasien. Maka itu, Anda harus melakukan beberapa pencegahan untuk mengusir benih-benih nyamuk.

Anda harus mencegah serangan nyamuk dengan menghilangkan genangan air di rumah, tidur dengan tirai anti-nyamuk, mengubur atau membuang barang-barang bekas yang bersarang nyamuk, meningkatkan asupan makanan bergizi, serta melakukan gaya hidup sehat seperti kampanye Germas.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *