Home Health 4 Dampak Kesehatan Diabetes pada Pria, Alami Disfungsi Ereksi
4 Dampak Kesehatan Diabetes pada Pria, Alami Disfungsi Ereksi

4 Dampak Kesehatan Diabetes pada Pria, Alami Disfungsi Ereksi

0
0

Jakarta – Diabetes adalah penyakit di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup, tidak dapat menggunakan insulin, atau keduanya. Pada diabetes, kadar gula dalam darah meningkat. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi jika tidak dikendalikan.

Diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat menyebabkan gangguan pada mata, ginjal, dan kulit. Diabetes juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan gangguan urologi lainnya pada pria.

Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Ini bisa menjadi gejala dari banyak masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan kondisi sistem sirkulasi atau saraf. Disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh stres, merokok, atau obat-obatan.

“Diabetes mengarah pada kerusakan sistem saraf otonom, yang selanjutnya menghambat pembuluh darah dan saraf di penis, sehingga terjadi disfungsi ereksi,” kata Nishi Nath Jha, seorang ahli penyakit diabetes Delhi dari Lybrate.

 

Kerusakan pada sistem saraf otonom

Diabetes dapat membahayakan sistem saraf otonom dan menyebabkan masalah seksual. Sistem saraf otonom mengontrol pelebaran atau penyempitan pembuluh darah. Jika pembuluh darah dan saraf pada penis terluka karena diabetes, disfungsi ereksi dapat terjadi.

Pembuluh darah bisa rusak karena diabetes yang dapat memperlambat aliran darah ke penis. Ini adalah salah satu penyebab umum disfungsi ereksi pada pria yang menderita diabetes.

Ejakulasi retrograde

Pria penderita diabetes juga bisa mengalami ejakulasi retrograde. Ini membuat air mani yang dikeluarkan ke dalam kandung kemih. Gejalanya juga dapat berupa air mani yang dikeluarkan terasa lebih sedikit saat ejakulasi.

Masalah urologi

Masalah urologi dapat terjadi pada pria penderita diabetes karena kerusakan neuropati diabetik. Ini termasuk kandung kemih terlalu aktif, ketidakmampuan untuk mengontrol buang air kecil, dan infeksi saluran kemih.

tags:

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]