December 6, 2022

TEMPO.COJakarta – Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022, sekitar pukul 13.20 WIB. BMKG mencatat lokasi gempa bumi ini berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.

Lebih spesifik, kordinat utama gempa Cianjur berada di Tegallega, Kec. Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Titik tersebut juga masih masuk jalur patahan aktif sesar cimandiri. Lokasi terlihat berada di kawasan kaki gunung gede pangrango.

Meskipun tidak berpotensi tsunami, namun gempa bumi ini memiliki sifat merusak. Oleh karena itu, Tempo merangkum beberapa fakta dari dampak gempa bumi ini yang dilansir dari sukabumiupdate.com, sebagai berikut.

Sekolah Runtuh, Pelajar Menjadi Korbannya

Diketahui bahwa sejumlah pelajar atau santri setingkat SD di Pondok Pesantren Bina Insan Madani di Kecamatan Sukalarang, tertimpa baja ringan lantai dua bangunan sekolah akibat gempa bumi.

Pimpinan Pondok Pesantren Bina Insan Madani, Rahmat Soji, mengatakan bahwa beberapa korban gempa ini mengalami luka memar karena ketiban reruntuhan gedung. Untuk gedung sekolah pun mengalami banyak kerusakan.

Adapun reruntuhan terjadi pada Gedung SMKN 1 Cugenang di Kabupaten Cianjur. Ketika gedung runtuh para siswa sedang menjalani proses belajar sehingga sebanyak 12 siswa mengalami luka-luka.

Tugu Ayam Pelung Ambruk

Tak hanya sekolah, dampak gempa juga menyebabkan ambruknya Tugu Ayam Pelung di Cianjur. Kemudian di Desa Bangbayang sekitar 20 rumah rusak. Sementara di Kecamatan Gekbrong, seorang warga Desa Cikancana meninggal dunia.

Kepala Sub Bagian Perencanaan Kecamatan Gekbrong, Muhtar Gozali mengatakan untuk pendataan dampak gempa ini masih terus ditelusuri. Dirinya memastikan akan menyebar petugas disebar ke berbagai wilayah untuk mengecek, sekaligus mendata dan korban terdampak gempa.

Kerusakan 434 Rumah dan 12 KK Mengungsi

Fakta ketiga dapat dilihat berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi hingga pukul 19.00 WIB, tercatat ada 434 unit rumah. Untuk lebih rincinya, terdapat 155 unit rumah rusak ringan, 11 rusak sedang, dan terakhir 32 unit rusak berat.

Sementara di Sukalarang, anak-anak 140 rumah rusak. Hal ini pun membuat setidaknya 12 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi akibat rumahnya rusak dan sudah tak layak untuk dihuni, sehubung dengan adanya kerusakan akibat gempa bumi darat yang berlokasi di wilayah Sukalarang ini

Disusul Kecamatan Caringin sebanyak 89 unit, Kecamatan Nagrak sebanyak 67 unit rumah, Kecamatan Kadudampit sebanyak 48 unit, hingga Kecamatan Sukaraja sebanyak 18 unit.

Wilayah lainnya yaitu Kecamatan Ciambar sebanyak tujuh unit rumah rusak sedang, Kecamatan Gegerbitung tujuh unit, Kecamatan Cikidang 1 unit, Kecamatan Cisaat sebanyak sembilan unit dengan rincian enam unit rumah rusak ringan dua unit rumah rusak sedang dan satu unit rusak berat. Kemudian Kecamatan Cibadak dua unit rumah rusak sedang dan Kecamatan Cidahu satu unit.

Gubernur Jawab Barat Langsung Turun Tangan

Dari segi caranya, mendata Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berkoordinasi masih berusaha dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dalam dampak gempa bumi. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah memerintahkan Tim Jabar Quick Response atau disingkat JQR, sekaligus menjaga erat kasus tersebut lalu berangkat ke daerah terdampak gempa di Kabupaten Cianjur.