December 6, 2022

Jakarta -Indeks dolar AS menguat pada Senin, 3 Oktober 2022. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan hal tersebut terjadi usai pemerintah Inggris setuju untuk mempermudah rencananya untuk pemotongan pajak yang tidak didanai.

“Tren ini secara luas diperkirakan akan menguatkan dolar dalam beberapa bulan mendatang karena beberapa bank sentral menaikkan suku bunga lebih jauh untuk memerangi inflasi yang membandel,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Senin, 3 Oktober 2022.

Ibrahim menyebut pemerintah Inggris memutuskan untuk membatalkan usulan penghapusan tarif pajak penghasilan tinggi. Rencana ini menuai banyak kritik di Partai Konservatif yang berkuasa, serta negara secara keseluruhan. Sementara Menteri Keuangan baru, Kwasi Kwarteng, mengumumkan rencananya untuk memotong pajak secara substansial, termasuk tarif pajak penghasilan tertinggi 45p, sebagai bagian dari anggaran mini pada 23 September.

“Perdana Menteri Liz Truss berusaha untuk mempertahankan rencana tersebut di media selama akhir pekan, tetapi permohonannya tidak berhasil dengan beberapa anggota parlemen senior yang menyuarakan penentangan mereka terhadap kebijakan tersebut pada konferensi tahunan partai yang dimulai pada hari Minggu,” kata Ibrahim.

Di tempat lain, lanjut Ibrahim, Bank Sentral Eropa diperkirakan mengumumkan kenaikan suku bunga besar lainnya akhir Oktober ini. Setelah data pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi zona Euro mengalahkan perkiraan. Yakni naik ke rekor tertinggi sebesar 10,0 persen pada bulan September.

Sementara itu, di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore ini. Meskipun sebelumnya sempat menguat 70 point di level Rp 15.302 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.227.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif. Namun ditutup melemah di rentang Rp. 15.290 sampai Rp. 15.370,” kata Ibrahim.