August 15, 2022

Jakarta – Angkatan Pertahanan Australia untuk pertama kalinya mengikuti Latihan Garuda Shield, Rabu, 3 Agustus 2022. Yakni sebuah latihan militer bersama selama dua minggu yang secara historis diadakan antara TNI dan Komando Indo-Pasifik AS.

Simon Stuart, Kepala Angkatan Darat Australia, sudah berada di Indonesia untuk menghadiri upacara pembukaan Latihan Garuda Shield di Baturaja, Sumatera Selatan. Stuart mengatakan Indonesia adalah prioritas hubungan luar negeri pertamanya sejak memulai tugas ini dan penting untuk selalu meningkatkan kerja sama yang telah terjalin antara Angkatan Darat di kedua negara.

“Australia akan fokus pada latihan sebagai sarana untuk terus meningkatkan respons militer dan membangun hubungan kerja sama dengan Indonesia. Dengan menyatukan kekuatan yang kita miliki, kita akan terus membangun keyakinan dan kepercayaan yang langgeng,” kata Stuart.

Sebanyak 90 tentara Australia akan berpartisipasi dalam latihan ini. Latihan akan fokus pada interoperabilitas persenjataan gabungan melalui kesempatan untuk berlatih dengan militer Indonesia, dan memperkuat hubungan militer bilateral Australia-Indonesia. Satu kompi infanteri dari Batalyon ke-5 Brigade Tempur 1 di Darwin, serta pengamat dari Komando Operasi Khusus dan Pusat Latihan Tempur akan berpartisipasi dalam latihan ini.

Di bawah naungan bendera 14 negara, latihan tahunan Garuda Shield ke-16, yang menjadi tonggak kemitraan militer antara Amerika Serikat dan Indonesia, secara resmi dibuka pada 3 Agustus 2022. “Super Garuda Shield” tahun ini, yang merupakan pengembangan dari latihan bilateral antara TNI-AD dengan Angkatan Darat Amerika Serikat (U.S. Army), adalah salah satu latihan multinasional gabungan terbesar di kawasan Indo-Pasifik.

Super Garuda Shield 2022 yang kuat dan beragam menampilkan beberapa aktivitas “perdana”, seperti penerjunan udara trilateral yang melibatkan Amerika Serikat, Indonesia, dan Jepang. Kegiatan perencanaan, operasi, pertukaran, dan aktivitas latihan multinasional ini, untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan militer negara-negara peserta dan bekerja sama untuk menjaga Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Lebih dari 4 ribu tentara gabungan, termasuk negara-negara yang berpartisipasi untuk pertama kali seperti Australia, Singapura, dan Pasukan Bela Diri Jepang, akan ikut mendukung latihan Super Garuda Shield 2022.

Negara-negara peserta lainnya adalah Kanada, Prancis, India, Malaysia, Selandia Baru, Korea Selatan, Papua Nugini, Timor-Leste, dan Inggris.

Komandan Divisi Infanteri ke-7 dan ketua pelaksana Super Garuda Shield 2022, Mayor Jenderal Stephen Smith, menyambut baik kesempatan untuk berlatih bersama mitra-mitra Amerika Serikat.

Super Garuda Shield 2022 akan menampilkan latihan lapangan dan maritim yang mencakup latihan amfibi, latihan keamanan maritim, latihan militer di medan perkotaan, latihan pertahanan udara, operasi udara, dan latihan perebutan lapangan udara. Latihan-latihan lain yang rencananya juga akan dilaksanakan mencakup latihan pos komando, yang memungkinkan pasukan melatih kemampuan mereka untuk merencanakan, memberikan komando, dan berkomunikasi satu sama lain dalam simulasi lingkup operasional.