May 29, 2022

JAKARTA – Tenun ikat sebagai salah satu kekayaan budaya dan industri kreatif yang ada di Tanah Air kini mulai dilirik. Salah satunya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang kini menggunakan kain tenun ikat sebagai seragam resmi untuk seluruh karyawan dan stafnya.

Bekerja sama dengan IKAT Indonesia yang menggarap seragam baru korporasi bermotif tenun ikat, BCA secara resmi mengumumkan ke publik seragam terbaru tersebut, di menara BCA, Senin, (09/7).

Peluncuran seragam baru ini juga menjadi ajang mengenalkan tenun ikat sebagai salah satu warisan budaya bangsa. Hadir dalam acara peluncuran tersebut antara lain Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja; Direktur BCA, Lianawaty Suwono; Direktur BCA, Vera Eve Lim; Fashion Designer dan Founder IKAT Indonesia, Didiet Maulana; dan Pengamat Ekonomi Industri Kreatif, A. Prasetyantoko.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, Indonesia memiliki ragam kekayaan budaya. Salah satunya adalah tenun ikat yang sangat khas dan mempesona. Kekayaan tenun ikat tersebut dihasilkan dari karya kreatif masyarakat yang diwariskan temurun dari generasi ke generasi. Maka menurutnya, karya kreatif tersebut seharusnya diapresiasi dan dilestarikan melalui berbagai inisiatif sesuai dengan konteks saat ini, seperti menggunakan motif tenun tersebut untuk fesyen masa kini.

“Melalui inisiatif memproduksi seragam BCA bermotif tenun ikat ini, BCA ingin mendorong terciptanya kebutuhan yang sifatnya massal terhadap tenun ikat sehingga masyarakat penenun memiliki kesempatan mengembangkan dan menerima manfaat dari kebutuhan massal tersebut,” katanya

Lebih lanjut, dia berharap, Inisiatif tersebut dapat menggugah pelaku ekonomi dalam negeri untuk memanfaatkan nilai dan warisan kekayaan makna dari tenun ikat tersebut untuk memperkuat identitas Indonesia.

“Kami ingin masyarakat memiliki cara pandang baru untuk memanfaatkan kekayaan tenun ikat Indonesia ini dengan memperkenalkan dan mengenakan seragam baru BCA bermotif tenun tersebut. Mudah-mudahan inisiatif ini akan diikuti oleh institusi atau korporasi lain demi mendukung pelestarian dan pengembangan tenun ikat khas Indonesia,” kata Jahja.

Direktur BCA, Lianawaty Suwono menjelaskan, proses kreatif di mana designer berdiskusi dengan pengrajin hingga final kurang lebih selama enam bulan. Sedangkan proses pengerjaan produksi tenunnya sendiri memakan waktu kurang lebih enam bulan juga. Yang menarik, lanjtunya, proses pengerjaan seragam BCA telah melibatkan lebih dari 2.500 pengrajin di Desa Troso, Jepara.

“Total panjang kain tenun yang dibuat mencapai 45.000 meter. Seragam baru korporasi ini sendiri juga akan digunakan oleh sekitar 27.000 karyawan di seluruh Indonesia,” lanjut Lianawaty.

Direktur BCA, Vera Eve Lim menambahkan, BCA juga berkomitmen mendukung dan menumbuhkembangkan perekonomian lokal dengan membantu masyarakat lokal yang memiliki keahlian dan keterampilan, seperti masyarakat pengrajin tenun ikat.

Seragam BCA bermotif tenun ikat tersebut, tambahnya, akan dikenakan karyawan demi memperkuat identitas nasional BCA yang saat ini memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Didiet Maulana, Fashion Designer dan Founder IKAT Indonesia mengatakan, dirinya sangat menghargai langkah BCA dalam memanfaatkan kekayaan tenun ikat Indonesia dan memproduksi secara massal seragam BCA bermotif tenun tersebut.

didiet menjelaskan, tenun ikat Indonesia dalam khazanah fesyen global dan memiliki daya tarik tersendiri. Mengapa? Karena tenun ikat memiliki filosofi dan keindahan. Inisiatif BCA tersebut merupakan langkah tepat dalam memperkuat daya tarik tenun ikat dalam tren fesyen masa kini. “Inisiatif ini juga sangat membantu masyarakat pengrajin tenun ikat untuk tetap berkarya sesuai tren fesyen saat ini,” kata Didiet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.