February 3, 2023

TEMPO.COJakarta – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mempelajari alat musik seperti piano dapat membantu seseorang mengatasi gangguan kesehatan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan. Penelitian yang dilakukan University of Bath, Inggris, melibatkan 31 orang dewasa dalam studi kontrol acak. Mereka dibagi menjadi kelompok yang mengikuti pelatihan musik, mendengarkan musik, atau kelompok kontrol.

Orang-orang yang tidak memiliki keahlian musik sebelumnya diminta untuk menyelesaikan sesi satu jam mingguan. Kelompok kontrol mendengarkan musik atau menggunakan waktu untuk menyelesaikan tugas sekolah, sedangkan grup intervensi terlibat dalam aktivitas musik.

Bermain Musik Membawa Kegembiraan

“Kami tahu bahwa bermain dan mendengarkan musik sering kali membawa kegembiraan dalam hidup kami, tetapi dengan studi ini kami tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang efek langsung dalam waktu singkat. Pembelajaran musik dapat memengaruhi kemampuan kognitif kita,” ujar Dr Karin Petrini peneliti dari University of Bath seperti yang dikutip dari Science News, Senin 5 Desember 2022.

Setiap sesi pelatihan musik memiliki dua porsi. Latihan jari memakan waktu 20 menit pertama program. Pada bagian kedua, siswa menghabiskan 40 menit mempelajari lagu-lagu dari daftar ujian kelas satu piano untuk tahun ajaran 2017–2018. Setiap sesi pelatihan dilakukan dalam pengaturan satu-satu.

Peserta Ditantang Memainkan Lagu Klasik dengan Piano

Komposisi ini diajarkan kepada peserta dengan urutan musik sebagai berikut: William Gillock A Stately Sarabande, Repertoar Piano Klasik (Dasar), Johann Christian Bach Aria di F MajorBWV Anh. II 131, Giuseppe Verdi La Donna è Mobile (dari Rigoletto), lagu Gypsy Bryan Kelly: No. 6 dari A Baker’s Dozen, dan, akhirnya lagu rakyat tradisional Amerika, When the Saints Go Marching In. Begitu dapat memainkan lagu sebelumnya dengan akurat dan lancar, mereka beralih ke lagu berikutnya.

Menurut Petrini, cara bermain piano ini menunjukkan dampak yang cukup besar dan menguntungkan pada cara otak menginterpretasikan informasi audio-visual bahkan di masa dewasa ketika plastisitas otak menurun. Oleh karena itu, penulis berspekulasi bahwa belajar musik mungkin bermanfaat bagi mereka yang berjuang dengan masalah kesehatan mental. Namun, penelitian tambahan diperlukan untuk memverifikasi ini.