September 30, 2022

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus melakukan beberapa langkah, dalam upaya meredam keterpurukan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) agar tak semakin parah. Seperti diketahui pelemahan rupiah tidak terbendung hingga mendekati level Rp15.200 per USD.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan, bakal mengambil tindakan dalam meredam rupiah agar tidak terus mengalami pelemahan. Sambung dia menerangkan, BI akan berada di pasar untuk memastikan stabilisasi mata uang garuda.

“Satu, kita terus berada di pasar tidak hanya memantau. Tapi melakukan langkah stabilisasi yang diperlukan sesuai dengan meknaisme pasar. Menjaga agar supplai demand bergerak secara baik di pasar valas,” ujar Perry di Jakarta, Jumat (5/10).

Lebih lanjut, Ia mengutarakan BI juga terus berkomunikasi dengan pelaku pasar baik di bidang perbankan, sektor riil serta eksportir maupun importir. Hal ini agar menjaga supply and demand bisa bergerak secara baik di pasar valuta asing

“Kedua, tentu saja berkomuniaksi dengan pelaku dan perbankan, sektor riil termasuk komunikasi dengan eksportir maupun para importir, kalangan pengusaha. Sejauh ini Suplai demand berjalan baik. Apresiasi kepada pengusaha yang sama-sama mensuplai, balasnya juga perbankan menjaga mekanisme pasar,” jelasnya

Selain itu, Dia akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk membahas defisit transaksi berjalan agar tidak mengalami pelebaran. “Kita akan melakukan koordinasi dengan pemerintah dalam mengendalikan defisit transaksi berjalan. Koordinasi dengan Menko, Menkeu, Ketua OJK terus diperkuat. Langkah lanjutan penurunan defisit, tentu saja pada waktunya akan kita komunikasikan,” jelas dia.

1 thought on “BI Coba Redam Keterpurukan Rupiah Agar Tak Makin Parah

Leave a Reply

Your email address will not be published.