December 7, 2022

Jakarta – Liverpool sudah menambal kelemahan skuatnya dengan akitvitas di bursa transfer 2018/2019. The Reds sudah bisa lebih percaya diri menantang Manchester City.

Di musim lalu, lini belakang Liverpool masih menunjukkan performa yang kurang oke. Di antara tim empat besar, mereka menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling banyak, 38 kali.

Persoalan itu mulai terselesaikan dengan kedatangan Virgil Van Dijk di bulan Januari. Persoalan lini belakang pun perlahan terselesaikan.

Permasalahan baru muncul dengan tak adanya sosok tangguh di bawah mistar gawang. Loris Karius dan Simon Mignolet tak bisa tampil sesuai ekspektasi manajer Liverpool, Juergen Klopp.

Puncaknya terjadi pada final Liga Champions. Dua blunder fatal Karius membantu Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions untuk ketiga kalinya berurutan.

Menyambut musim baru, Liverpool langsung bergerak cepat. Fabinho didatangkan dari AS Monaco beberapa hari usai final Liga Champions, sebelumnya sudah digaet Naby Keita dari RB Leipzig.

Menyusul kemudian Xherdan Shaqiri yang berhasil direkrut dari Stoke City. Lalu, Alisson Becker didatangkan dari AS Roma untuk mengisi pos di bawah mistar.

Uang tak kurang dari 161,2 juta pound sterling sudah dibelanjakan untuk menambah kekuatan. Kalau ditambah dengan pembelian Van Dijk di bulan Januari, Liverpool sudah belanja 236,2 juta pound sterling atau setara Rp 4,4 triliun untuk mendatangkan pemain baru.

Dengan kekuatan baru ini, Liverpool sudah menunjukkan performa yang oke. Dalam delapan pertandingan yang dijalani selama pramusim, Si Merah memetik enam kemenangan, sekali hasil imbang, dan sekali kekalahan.

Dua kemenangan di antaranya didapat dari rival-rival utama, Manchester City dan Manchester United. The Citizens ditaklukkan dengan skor akhir 2-1, sementara The Red Devils dihajar 4-1.

Performa lini belakang yang rapuh dan pos kiper yang rawan blunder sudah ada perbaikan. Alisson mampu mencatatkan clean sheet di pertandingan melawan Napoli. Di laga itu, Liverpool menang 5-0.

Trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino masih tetap menjadi andalan di lini depan. Lini tengah juga sudah lebih solid dan banyak pilihan dengan kehadiran Keita dan Fabinho.

Kekuatan skuat Liverpool musim ini memang top. Hal itu seperti diungkapkan oleh pemain legenda Liverpool, Jamie Carragher.

“Itu benar-benar terlihat seperti skuat top saat ini. Mungkin paling tidak sama bagusnya dengan skuat apapun yang saya pernah terlibat dan skuat Liverpool saat saya 17 tahun di sana,” ujarnya kepada TalkSPORT.

“Skuat yang mereka miliki sekarang dan kekuatan yang mereka ingin capai sebagus dengan tim apapun yang pernah saya perkuat,” lanjut dia.

Dengan skuat yang komplet saat ini, bisakah Liverpool juara Premier League 2018/2018? Liverpool langsung bertemu dengan lawan yang tricky di pertandingan pertama Liga Inggris. Mereka akan menjamu West Ham United di Anfield, Minggu (12/8/2018).

6 thoughts on “Bisa Juara Musim Ini, Liverpool?

  1. 187005 851545Incredibly greatest man toasts, nicely toasts. is directed building your own by way with the wedding celebration as a result are supposed to try to be witty, amusing and consequently unusual as effectively as. finest mans speech 247416

  2. 46873 37697The the next occasion I read a weblog, I actually hope so it doesnt disappoint me around brussels. Come on, man, Yes, it was my option to read, but I just thought youd have some thing intriguing to state. All I hear can be a great deal of whining about something which you could fix in the event you werent too busy searching for attention. 774414

  3. 294168 831717You would endure heaps of different advised organized excursions with various chauffeur driven car experts. Some sort of cope previous features and a normally requires a to obtain travel within expense centre, and even checking out the upstate New York. ??????? 473867

Leave a Reply

Your email address will not be published.