June 29, 2022

 Perusahaan asuransi BRI Life berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang kuartal I-2022. Secara keseluruhan, pendapatan BRI Life mengalami tren meningkat.

Menurut catatan kinerja perusahaan, total pendapatan usaha BRI Life pada kuartal I-2022 ini sebesar Rp 2,91 triliun.

Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila mengatakan, jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 77,80 persen. Sementara, total pendapatan usaha pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,63 triliun.

“Pertumbuhan tersebut memperlihatkan, tingkat kepercayaan nasabah kepada Asuransi BRI Life tetap tinggi, kami terus berkembang dalam memberikan perlindungan jangka panjang kepada masyarakat nasabah,” kata dia dalam konferensi pers, Rabu (25/5/2022).

Dalam pencapaian tersebut, Iwan menjelaskan BRI Life mengoptimalisasi jalur pemasaran melalui 5 kanal distribusi antara lain Distribusi, In Branch Sales, Alternatif, Corporate, dan Agency.

Selain itu, ia melaporkan, sampai saat ini jumlah karyawan asuransi BRI Life per Juni 2021 berjumlah 881 orang karyawan. Sementara, jumlah tenaga pemasar berlisensi lebih dari 2.000 orang.

Dari segi pendapatan premi, BRI Life mencatat pendapatan premi meningkat sebesar 51,8 persen menjadi Rp 2,5 triliun pada kuartal I-2022. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlahnya senilai Rp 1,65 triliun.

Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet Ming mengatakan, peningkatan pendapatan premi ini dikontribusi dari penjualan lini non unit link.

Lim juga menyampaikan, BRI Life telah membayarkan klaim kepada nasabah sebesar Rp 1 triliun pada kuartal I-2022. Jumlah ini menurun sebanyak 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagai informasi, ratio risk based capital (RBC) BRI Life mencapai 549, 93 persen. Angka ini jauh di atas persyaratan minimum 120 persen dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan kata lain, itu menunjukkan bahwa kondisi keuangan BRI Life sehat.