October 4, 2022

JAKARTA – Panitia penyelenggara Deklarasi Gerakan Emak-emak dan Anak-anak Minum Susu (Emas) telah memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Senin 5 November 2018.

Dalam pemeriksaan itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Adi Kurnia Setiadi menjelaskan acara yang digelar di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu 24 Oktober 2018 itu bebas dari kegiatan politik, pilpres maupun Pileg 2019.

Panitia juga menjelaskan bahwa penyelenggara Deklarasi Emas itu adalah Relawan Sahabat Adi Kurnia Setiadi (Aksi), Caleg dari Partai Gerindra.

“Yang bertujuan murni gerakan sosial, bukan Partai tertentu ataupun Sayap Partai, namun demikian kami memang mengundang tokoh nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno sebagai tamu undangan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/11/2018).

Menurut dia, kaum emak-emak dan anak-anak sengaja dilibatkan dalam gerakan Emas. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengangkat tema perbaikan gizi buruk di Indonesia. Salah satunya, kata dia, dengan membiasakan anak-anak meminum susu.

“Namanya Gerakan Emas, ya wajar anak-anak hadir di lokasi acara sesuai tema mengangkat persoalan gizi buruk di Indonesia,” tuturnya.

Dia menjelaskan, panitia penyelenggara selalu berkoordinasi dan diawasi Bawaslu Jakarta Timur, Panwascam, kepolisian, Dishub dan Satpol PP sejak H-1 hingga acara Deklarasi Emas selesai.

“Bukan cuma itu, di lokasi acara yang digelar di Stadion Klender, Jakarta Timur, juga tidak ditemukan atribut kampanye Pemilu dalam bentuk apapun Jadi tidak ada aturan atau undang-undang yang kami langgar,” kata Adi.

Sementara itu, salah satu Kuasa Hukum Adi Kurnia Setiadi, Yunus Adhi Prabowo mengatakan bahwa kliennya sudah menempuh prosedur dengan benar, seperti izin keramaian yang diberikan Polres Metro Jakarta Timur adalah izin Deklarasi Emas. “Dan dalam pelaksanaan Deklarasi Emas pun steril dari atribut partai, banner, umbul-umbul Caleg, Capres dan Cawapres,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, permohonan izin peminjaman Stadion kepada Suku Dinas Pemuda dan Olahraga pun dilakukan oleh Sahabat Aksi dengan izin Deklarasi. Dia menambahkan, semua undangan dan surat menyurat dengan izin Deklarasi Emas dari Sahabat AKSI.

“Dan apabila dalam kegiatan tersebut adalah Kampanye pastinya Gakumdu yang ada di sana pasti memerintahkan Satpol PP untuk membubarkan kegiatan tersebut yang mana sampai acara selesai mereka sebagai wasit Pemilu tidak mempersoalkan acara kami,” pungkasnya.

Adapun kehadiran panitia penyelenggara deklarasi Emas ke Bawaslu DKI Jakarta itu atas laporan Nomor 002/LP/PP/Prov/12.00/X/2018 tentang dugaan kampanye Pemilu di luar jadwal pada kegiatan gerakan Deklarasi Emas di stadion Klender yang dilakukan Pasangan Capres dan Cawapres Nomor 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Sementara itu, salah satu Kuasa Hukum Adi Kurnia Setiadi, Yunus Adhi Prabowo mengatakan bahwa kliennya sudah menempuh prosedur dengan benar, seperti izin keramaian yang diberikan Polres Metro Jakarta Timur adalah izin Deklarasi Emas. “Dan dalam pelaksanaan Deklarasi Emas pun steril dari atribut partai, banner, umbul-umbul Caleg, Capres dan Cawapres,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, permohonan izin peminjaman Stadion kepada Suku Dinas Pemuda dan Olahraga pun dilakukan oleh Sahabat Aksi dengan izin Deklarasi. Dia menambahkan, semua undangan dan surat menyurat dengan izin Deklarasi Emas dari Sahabat AKSI.

“Dan apabila dalam kegiatan tersebut adalah Kampanye pastinya Gakumdu yang ada di sana pasti memerintahkan Satpol PP untuk membubarkan kegiatan tersebut yang mana sampai acara selesai mereka sebagai wasit Pemilu tidak mempersoalkan acara kami,” katanya.

Adapun kehadiran panitia penyelenggara deklarasi Emas ke Bawaslu DKI Jakarta itu atas laporan Nomor 002/LP/PP/Prov/12.00/X/2018 tentang dugaan kampanye Pemilu di luar jadwal pada kegiatan gerakan Deklarasi Emas di stadion Klender yang dilakukan Pasangan Capres dan Cawapres Nomor 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno

1 thought on “Dipanggil Bawaslu, Ini Penjelasan Panitia Deklarasi Gerakan Emas

Leave a Reply

Your email address will not be published.