September 30, 2022

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sepertinya betah di level Rp15.200-an. Pada perdagangan pasar uang, Senin (22/10/2018), kurs rupiah di indeks Bloomberg dibuka melemah 13 poin atau 0,09% di level Rp15.200 per USD, berbanding penutupan akhir pekan di Rp15.187 per USD.

Hal senada juga tercatat di data Yahoo Finance pada pagi ini, dimana mata uang NKRI terdegradasi 15 poin atau 0,10% ke level Rp15.200 per USD, berbanding penutupan Jumat pekan lalu di angka Rp15.185 per USD.

Sementara, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kurs rupiah pada Senin ini berada di level Rp15.192 per USD, terapresiasi 29 poin dari posisi Rp15.221 per USD pada akhir pekan lalu.

Namun, pelemahan rupiah pada hari ini diperkirakan terbatas. Pasalnya, Bank Indonesia selama dua hari yaitu Senin ini dan besok, menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Oktober. “Diharapkan sentimen dari dalam negeri, terutama dari rilis pertemuan RDG Bank Indonesia dapat menahan pelemahan lebih lanjut,” ujar Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Sementara itu, dolar AS mendapat tenaga setelah perkembangan Brexit dan rencana anggaran Italia mendapat kritik keras dari Uni Eropa. Pembicaraan Brexit yang masih terkatung-katung membuat investor memilih USD yang membuat mata uang Amerika Serikat itu perkasa melawan euro dan poundsterling Inggris.

Mengutip dari Reuters, Senin (22/10/2018), indeks USD terhadap enam mata uang utama menguat ke level 95,73. Euro pun melemah 0,1% menjadi USD1,15. Dan poundsterling Inggris berkurang 0,1% menjadi USD1,3055. Dolar Kanada melemah menjadi 1,3107. Adapun yen Jepang naik 0,1% ke level 112,45 karena melemahnya saham di Asia.

2 thoughts on “Dolar AS Menguat Karena Brexit, Rupiah Berkutat di Rp15.200

Leave a Reply

Your email address will not be published.