December 10, 2022

TEMPO.COJakarta – Timnas Argentina mengemban misi penebusan saat menghadapi Meksiko pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2022 pada Ahad, 27 November 2022 pukul 02.00 WIB. La Albiceleste berharap bisa mengembalikan status mereka sebagai tim favorit turnamen setelah menelan kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di putaran pertama. 

Argentina mengalami kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia dengan kekalahan 2-1 dari Arab Saudi. Kekalahan itu terjadi ketika kapten dan pencetak gol terbanyak Lionel Messi memulai upaya kelima dan terakhirnya untuk memenangkan satu-satunya trofi mayor yang belum pernah ia raih.

Skuad Meksiko juga belum sempurna. Mereka hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Polandia. Skuad asuhan Gerardo Martino bahkan beruntung bisa menghindari kekalahan berkat penyelamatan menakjubkan dari penjaga gawang veteran Guillermo Ochoa dari penalti Robert Lewandowski.

Hasil tak sempurna Argentina dan Meksiko memanaskan pertandingan. Keduanya ingin terhindar dari aib tersingkir lebih awal. “Kami harus menang. Tidak ada pilihan lain. Semua tergantung pada kami untuk memperbaiki kesalahan dan kembali ke siapa kami sebenarnya,” ujar Messi dikutip dari Reuters.

Mimpi Buruk Jebakan Offside

Kekalahan dari Arab Saudi memutus rekor tak terkalahkan 36 pertandingan Argentina. Dalam latihan untuk pertandingan melawan Meksiko, Argentina secara khusus berfokus pada bagaimana membangun garis pertahanan yang tinggi setelah frustrasi melihat tiga gol dianulir karena offside.

Mudahnya Saudi mengacaukan pertahanan mereka di awal babak kedua merupakan sumber kekhawatiran lain bagi Argentina. Kekacauan itu membuat The Green Falcons mampu mencetak dua gol cepat ke gawang Emiliano Martinez.

Tantangan Meksiko jelas: bagaimana mencetak gol. Keberadaan Hirving Lozano menjamin sisi sayap Meksiko akan memberikan umpan matang ke kotak penalti, tetapi masalah muncul ketika barisan penyerang Meksiko tumpul. “Kami membutuhkan lebih banyak akurasi,” kata pelatih Gerardo Martino.

Argentina sedang mengejar gelar Piala Dunia ketiga mengingat edisi 2022 akan menjadi turnamen terakhir Lionel Messi. Ini adalah kesempatan terakhir La Pulga untuk menyamai capaian legenda Argentina, Diego Maradona. Duel di Lusail Iconic Stadium akan menjadi penentuan nasib kedua negara di Qatar.