September 30, 2022

Gelombang demonstrasi besar-besaran yang melanda Iran selama sepekan terakhir berujung pada pembatasan akses ke media sosial, termasuk Whatsapp, serta pemadaman internet di penjuru negeri.Aksi protes untuk Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh “polisi moral” republik Islam itu, di Teheran, Iran, Senin (19/7/2022).

Aksi unjuk rasa yang telah menelan lima korban jiwa dan melukai puluhan lainnya itu berawal dari kematian seorang perempuan keturunan Iran-Kurdistan bernama Mahsa Amini (22).

Ia ditangkap oleh polisi moral lantaran diduga melanggar aturan berhijab dan tewas dalam tahanan tiga hari kemudian.

Dikutip dari Al Jazeera, akibat kerusuhan itu pemerintah Iran memutuskan untuk membatasi akses media sosial seperti Whatsapp dan Instagram.Seorang demonstran mengangkat tangannya dan membuat tanda kemenangan selama protes untuk Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh “polisi moral” republik Islam itu, di Teheran, Iran, Senin (19/7/2022).

Laporan blokir internet juga bermunculan dari berbagai daerah. Akibatnya, jutaan orang Iran tak punya akses internet.

Situasi itu juga dibenarkan oleh organisasi pemantau keamanan siber dan pemakaian internet berbasis di Inggris, NetBlocks.

Dalam cuitannya di Twitter, Netblocks melaporkan hilangnya sambungan skala nasional pada penyedia layanan telepon seluler utama Iran dan perusahaan telekomunikasi lainnya.

“Server WhatsApp terganggu di beberapa penyedia internet, beberapa jam setelah server Instagram diblokir,” cuit NetBlocks.

Menurut data yang dihimpun oleh NetBlocks, gangguan koneksi pada layanan internet di beberapa wilayah di Provinsi Kurdistan sudah terjadi sejak Senin (19/9) pekan ini.

Sementara gangguan koneksi internet dialami oleh penduduk ibu kota Teheran sejak Jumat (16/9), ketika demo pertama kali meletus.

Warga di Teheran dan Iran bagian selatan mengatakan, mereka tidak bisa mengirimkan pesan berisi gambar melalui Whatsapp. Sementara aplikasi Instagram dilaporkan telah terblokir sepenuhnya.Koran dengan gambar sampul Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh “polisi moral” republik Islam terlihat di Teheran, Iran.

Kedua platform media sosial yang dimiliki oleh perusahaan induk Facebook, Meta, itu adalah segelintir aplikasi yang paling banyak diakses oleh penduduk Iran.

NetBlocks mengatakan, gangguan kali ini merupakan yang terparah sejak pemerintah memutus akses internet selama satu minggu guna meredam protes warga atas kenaikan harga bahan bakar pada 2019 lalu.

Situasi ini tentunya menyulitkan warga. Tanpa akses internet, penduduk tidak dapat memposting video atau gambar terkait situasi terkini di Iran. Sehingga, akan sulit bagi dunia luar untuk mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya dan memberikan dukungan untuk penduduk Iran.