December 6, 2022

TEMPO.COCianjur – Gempa susulan kembali terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan pantauan Tempo di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Cianjur, gempa susulan tersebut terjadi pada Rabu 23 November 2022 sekitar pukul 12.00 siang hari. 

Saat gempa susulan tersebut berlangsung, terlihat para relawan gempa Cianjur dan warga yang sedang berteduh dari hujan langsung berhamburan keluar. Mereka terlihat pergi menyelamatkan diri menjauh dari sekitar bangunan. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengkonfirmasi adanya gempa susulan tersebut. Melalui situs resmi BMKG, gempa tersebut terjadi pada 12.08 WIB. BMKG mendeteksi gempa susulan tersebut dirasakan di Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Untuk besaran kekuatan gempanya,menurut BMKG, adalah magnitudo 2,8.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 161 kali gempa susulan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat hingga pukul 07.00 WIB. “Jumlah gempa susulan hingga 23 November 2022 pukul 07.00 WIB sebanyak 161 gempa susulan,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Rabu 23 November 2022.

Ia menambahkan, tidak ada gempa susulan sejak pukul 05.24 WIB. Magnitudo gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan M4,2 dan terkecil M1,2.

“Frekuensi gempa susulan per periode enam jam semakin jarang terjadi. Semoga segera aman kembali,” ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan analisis mekanisme sumbernya, gempa Cianjur, Jawa Barat memiliki patahan geser ke kiri.

“Ini mirip dengan karakteristik sesar Cimandiri, sehingga ini diduga sesar atau patahan Cimandiri, dan itu benar karena memang ini berada di zona sistem sesar tersebut,” papar Daryono.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa 22 November 2022 mencatat sebanyak 268 korban meninggal akibat gempa. Dari 268 korban tersebut, sudah teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah.

Kemudian BNPB juga mencatat, terdapat 151 korban hilang, dan masih dalam pencarian. Untuk korban luka-luka sebanyak 1.083 orang, jumlah pengungsi 58.362 orang. Sementara rumah rusak berat sejumlah 6.570 unit, rumah rusak sedang sejumlah 2.071 unit, rumah rusak ringan 12.641 unit. Data itu masih berkembang seiring dengan terus dilaksanakannya pendataan.