December 6, 2022

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot ditutup melemah pada sesi perdagangan Senin (3/10/2022) hari ini. Depresiasi ini tidak terlepas dari data inflasi Indonesia yang terus meningkat.

Melansir data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 15.303 per dollar AS, melemah 0,50 persen. Ini menjadi level tertinggi sejak April 2020.

Mengacu kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau Jisdor, nilai tukar rupiah juga melemah. Pada sesi perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor berada pada level Rp 15.293 per dollar AS, lebih rendah dari perdagangan Jumat (30/9/2022) lalu sebesar Rp 15.232 per dollar AS.

Rilis data inflasi periode September 2022 menjadi salah satu sentimen negatif bagi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini. Pasalnya, realisasi inflasi sebesar 1,17 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada September kemarin menjadi yang tertinggi sejak Desember 2014.

Sebagaimana prediksi pasar, komoditas bahan bakar minyak (BBM) yang terdiri dari bensin dan solar membuat laju inflasi semakin cepat. Data BPS menunjukan, komoditas bensin memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,89 persen dan solar memberikan andil sebesar 0,03 persen.

Realisasi inflasi tersebut kemudian membuat pasar semakin khawatir terhadap potensi lanjutan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Maklum saja, pengetatan kebijakan moneter biasanya dilakukan bank sentral untuk meredam laju inflasi.

“Sehingga menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan,” ujar Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dalam risetnya, Senin (3/10/2022).

Depresiasi juga dialami mata uang lain

Pelemahan nilai tukar terhadap dollar AS sebenarnya tidak hanya dialami oleh rupiah. Terpantau sebagian besar nilai mata uang Asia lain terdepresiasi terhadap dollar AS.

Depresiasi terhadap dollar AS dialami oleh yen Jepang (depreisasi 0,21 persen), dollar Taiwan (depresiasi 0,43 persen), won Korea Selatan (depresiasi 0,69 persen), peso FIlipina (depresiasi 0,58 persen), rupee India (depresiasi 0,60 persen), baht Thailand (depresiasi 0,52 persen), hingga ringgit Malaysia (depresiasi 0,20 persen).

“Dollar AS naik terhadap mata uang lainnya pada perdagangan hari ini,” ucap Ibrahim.