December 10, 2022

MOSKOW –  Intelijen Rusia telah mengumpulkan bukti terkait sabotase pipa gas Nord Stream

Berdasarkan hasil investigasi, bukti-bukti tersebut memberikan data yang secara tidak langsung mengarah ke Barat sebagai pelakunya.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergey Naryshkin.

“Kami terus mengumpulkan fakta, Dan sejauh ini masih tidak langsung,” ujar Naryshkin dikutip dari TASS, Senin (3/10/2022).

“Tetapi data tidak langsung, baik data yang sebelumnya sudah dipublikasikan maupun yang belum ada di ranah publik, tentu saja mengarah ke adanya jejak Barat,” lanjutnya.

Pada Selasa (27/9/2022), Nord Stream AG melaporkan bahwa tiga jalur pipa gas lepas pantai Nord Stream 1 dan 2 telah mengalami kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 26 September.

Ahli seismologi Swedia melaporkan bahwa dua ledakan teah dicatat di sepanjang jalur pipa Nord Stream.

Badan Energi Denmark melaporkan bahwa sejumlah besar gas telah tumpah ke laut.

Pesawat dan kapal dilarang mendekati lokasi lebih dekar dari lima mil laut.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menggambarkan insiden tersebut sebagai sabotase, mengatakan gangguan yang disengaha terhadap infrastruktur eneri Eropa tidak dapat diterima dan akan ditanggapi tegas.

Vladimir Putin Tuding AS dan Inggris

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah mengatur ledakan di pipa gas Nord Stream 1 dan 2 di Laut Baltik, yang selama ini mengirimkan gas alam Rusia ke Jerman, karena mereka ‘jelas’ mendapatkan manfaat dari kerusakan ini.

Putin menuding AS berusaha menekan Uni Eropa (UE) agar melarang pasokan Rusia untuk ‘sepenuhnya menguasai pasar Eropa’.

“Namun sanksi tidak lagi cukup untuk Anglo-Saxon. Mereka telah beralih ke sabotase, tidak dapat dipercaya, namun ini faktanya, dengan mengatur ledakan di jaringan pipa gas internasional Nord Stream,” kata Putin, menggunakan singkatan Rusia untuk aliansi transatlantik AS-Inggris.

Dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (1/10/2022), ia menambahkan bahwa AS dan Inggris secara de facto memulai penghancuran infrastruktur energi Eropa bersama.

“Jelas bagi semua orang yang mendapat manfaat darinya, yang mendapat manfaat adalah yang melakukannya,” tegas Putin.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengecam pernyataan Putin sebagai bagian dari ‘kampanye misinformasi dan disinformasi Rusia yang keterlaluan’.

“Saya benar-benar tidak bisa mengatakan apapun atas tuduhan absurd dari Presiden Putin bahwa kami atau mitra atau sekutu lain bertanggung jawab atas ini,” kata Blinken.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin di Kremlin sebelum menandatangani perjanjian tentang masuknya dua republik Donbass, serta wilayah Kherson dan Zaporozhye yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Ukraina ke dalam Federasi Rusia.