October 4, 2022

BUENOS AIRES – Juan Martin del Potro harus mengakhiri musim dengan pilu pada tahun ini. Petenis asal Argentina itu mengalami cedera serius setelah tes medis mengonfirmasi ada retakan pada tulang patella bagian kanannya saat tampil di Shanghai Masters 2018, pekan lalu.

Petenis berperingkat 3 dunia itu terjatuh keras saat menghadapi Borna Coric pada babak ketiga di Shanghai Masters. Setelah terjatuh, del Potro tampak jelas berbeda saat tampil lagi di lapangan. Permainannya menurun dan sempat meminta jeda untuk alasan medis guna membalut lututnya.

Sayangnya, dia tetap tidak bisa melanjutkan hingga laga berakhir. Coric sendiri pada akhirnya bisa melaju hingga ke final. Sayangnya, ambisi petenis Kroasia itu untuk memetik gelar juara Shanghai Masters harus kandas karena dikalahkan jagoan Serbia Novak Djokovic 6-3, 6-4.

“Itu momen sangat menyulitkan. Saya merasa sangat sedih. Itu pukulan berat yang membuat saya tanpa kekuatan. Sangat sulit bagi saya memikirkan pemulihan lagi. Saya tidak mengira hal ini akan terjadi,” kata del Potro mengenai diagnosa dari cederanya dilansir the telegraph.

Del Potro saat ini mengenakan splint (alat bantu ortopedi) pada kaki kanannya. Tulang patella dikenal juga sebagai tempurung lutut. Itu merupakan tulang kecil yang ada di depan lutut dan berguna melindungi sendi. Ada beberapa tipe retakan patella dan belum dikonfirmasi tipe mana yang di alaminya. Artinya, masih belum jelas berapa lama yang di butuhkannya untuk pulih.

Mengacu hasil diagnosis tersebut, petenis berusia 30 tahun itu kemungkinan besar tidak bisa berpartisipasi di ATP Finals, London. Soalnya turnamen akhir musim tersebut akan digelar pada 11 November mendatang.

Padahal del Potro sudah lolos kualifikasi untuk pertama kalinya lagi sejak 2013. Namun, Jorge Viale selaku agen del Potro, mengaku masih menunggu beberapa hari dari hasil pemeriksaan tim dokter terkait proses pemulihan. Itu untuk memastikan apakah dia bisa tampil atau tidak di ajang penutup tahun tersebut.

“Selama beberapa hari ke depan, para dokter akan mengevaluasi proses pemulihan yang dia butuhkan untuk sembuh,” ucapnya. Ini ironis mengingat saat ini del Potro sedang merasakan salah satu musim terbaiknya.

Total dia tampil di enam final, termasuk Amerika Serikat Terbuka. Di Indian Wells, dia menjuarai turnamen Masters 1000 pertamanya setelah mengalahkan Roger Federer dengan tiga set. Pada Agustus lalu, dia menghuni posisi terbaik dalam kariernya, peringkat 3 dunia.

Catatan kemenangan-kekalahan del Potro musim ini adalah 47-13 atau terbaik sejak setelah musim 2013. Juara AS Terbuka 2009 ini bahkan bisa masuk lima besar dunia yang terakhir kali terjadi lima tahun lalu. Semua itu sempat membuatnya merasa 2018 adalah musim terbaiknya.

Del Potro hanya berharap cedera ini tidak seperti saat mengalami cedera pergelangan tangan yang perlu empat kali operasi pada 2014. Ketika itu, dia harus absen lebih dari dua tahun dan tidak bertanding di sembilan ajang Grand Slam secara beruntun. Karena itu, dia akan berusaha memulihkan kondisinya dan kembali kelapangan secepat mungkin.

5 thoughts on “Juan Martin del Potro Akhir Musim dengan Kesedihan

  1. 36069 606534There some interesting points over time here but I dont know if I see them all center to heart. There exists some validity but Let me take hold opinion until I look into it further. Very very good post , thanks and now we want more! Included with FeedBurner at the same time 12268

  2. 148287 25963Oh my goodness! an remarkable article dude. Thanks a ton Nonetheless I will likely be experiencing issue with ur rss . Do not know why Not able to join it. Can there be every person acquiring identical rss concern? Anybody who knows kindly respond. Thnkx 937961

Leave a Reply

Your email address will not be published.