September 30, 2022

JAKARTA – Secara serentak Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan safari panen jagung di tujuh kabupaten di Jawa Timur yakni Tuban, Lamongan, Lumajang, Jember, Kediri, Mojokerto dan Pasuruan. Safari di tujuh kabupaten tersebut meliputi areal 5.000 hektare (ha) ladang jagung.

“Panen yang kita lakukan ini menunjukkan bahwa stok jagung melimpah dan kita memang surplus,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (11/11/2018).

Dari ketujuh daerah yang panen, terbesar terdapat di Jenggawah, Jember seluas 2.901 ha dan Kecamatan Kraton, Pasuruan seluas 1.496 ha dengan produktivitas rata-rata 7-10 ton per ha. Sementara, saat ini harga jagung pipil kering di tingkat petani di Jatim berkisar antara Rp5.100-Rp5.200 per kilogram.

“Panen raya ini sekaligus membuktikan bahwa petani sangat mampu memenuhi kebutuhan pakan jagung untuk peternak mandiri,” tambah Agung.

Menurut Agung, masalah kesulitan peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan hanya masalah komunikasi dan distribusi. “Kalau saya lihat, salah satu masalah kesulitan peternak adalah, karena tersumbatnya komunikasi,” ujar Agung.

Apa yang dikatakan Agung sangat beralasan, karena produksi jagung banyak, tapi distribusinya tidak merata, sehingga ada yang berlebih dan ada yang kurang. Untuk mengatasi masalah ini, Agung coba memediasi langsung antara peternak dan petani jagung.

“Coba peternak dan petani jagung bertemu. Nah, kalau sudah bertemu begini kan semuanya jadi mudah, karena peternak bisa terpenuhi kebutuhannya, petani juga bisa menjual jagung dengan harga menguntungkan. Semuanya

Mediasi tersebut sukses memenuhi kebutuhan peternak sebanyak 10 ton yang dipasok petani jagung setempat. Menindaklanjuti hal itu, Agung mengusulkan dibentuknya Forum Komunikasi Peternak dan Petani Jagung. “Tolong pemerintah daerah dapat memediasi dan memfasilitasi forum ini,” ujar Agung.

Ide mempertemukan antara peternak dan petani jagung tersebut langsung disambut Bupati Lumajang Torikqul Haq. “Saya sangat senang. Kita akan segera membentuk Forum Komunikasi Peternak dan Petani Jagung ini,” tegasnya.

2 thoughts on “Kementan: Stok Jagung Melimpah, Distribusi yang Perlu dibenahi

Leave a Reply

Your email address will not be published.