December 6, 2022

Real Madrid harus menelan pil pahit saat jumpa rival sekota, Atletico Madrid, dalam ajang Piala Super Eropa di A Le Coq Arena, Tallinn, Estonia, Rabu 15 Agustus 2018 atau Kamis dini hari WIB. Mereka kalah dengan skor 2-4 dari Atletico.

Ini menjadi kekalahan perdana Madrid di final turnamen kontinental pertama dalam 18 tahun terakhir. Pun, kekalahan dari Atletico jadi alarm dini bagi Madrid jelang persaingan di musim 2018/19.

Lewat kekalahan ini, Madrid harus berbenah lebih cepat setelah kehilangan Cristiano Ronaldo. “Kekalahan jadi hal yang paling menyakitkan dan buruk. Kami kebobolan empat gol dan harus lebih berkembang,” kata pelatih Madrid, Julen Lopetegui, dilansir Marca.

Gareth Bale yang diharapkan jadi pengganti sepadan Ronaldo, nyatanya tak bekerja dengan maksimal. Di babak kedua, Bale sama sekali tak berkutik.

Dia kesulitan untuk bisa mengatasi tekanan yang diberikan para pemain Atletico. Meski begitu, Lopetegui punya pendapat lain terkait performa Bale.

Ketika Bale mati kutu, Madrid main seperti anak ayam kehilangan induk. Mereka bingung mau apa karena tak ada pemain yang bisa memecah kebuntuan di lini depan.

“Permainan Bale bagus, tapi memang jadi hal yang normal ketika ada pemain tak tampil dalam kondisi fisik terbaiknya. Kami senang dengan performanya dan yakin dia akan main lebih baik di pertandingan selanjutnya,” ujar Lopetegui.

Kekalahan Madrid, ditegaskan Lopetegui, bukan kesalahan satu atau dua pemain saja. Atletico, diakui eks pelatih Timnas Spanyol itu, memang bermain lebih efektif ketimbang Madrid.

 

“Kami tak menyangka saat mendominasi permainan, mereka bisa curi gol lebih dulu. Kami sebenarnya lebih baik, tapi tak bisa ambil keuntungan. Mereka bisa memanfaatkan celah sekecil apa pun. Ketika mereka cetak gol ketiga, kami kehilangan identitas,” terang Lopetegui.

3 thoughts on “Keok di Piala Super Eropa, Alarm Dini bagi Real Madrid

Leave a Reply

Your email address will not be published.