October 3, 2022

WASHINGTON – Setelah sempat melemah, dolar Amerika Serikat kembali mengambil keuntungan pada perdagangan di pasar spot, Jumat, didorong oleh laju pertumbuhan tenaga kerja.

Melansir dari Reuters, Sabtu (3/11/2018), pertumbuhan tenaga kerja AS pada bulan Oktober mencapai 250.000 orang dan pertumbuhan upah secara tahunan naik 3%, level terbesar dalam waktu 9-1/2 tahun. Hal ini membuat Federal Reserve berada di jalurnya untuk menaikkan kembali suku bunga pada Desember mendatang.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, bertambah menjadi 96,46. Hasil ini membuat USD lebih tinggi 0,44% melawan yen Jepang dan menguat 0,12% terhadap euro. Dolar juga perkasa 0,32% terhadap poundsterling Inggris.

Namun, meski terjadi penambahan data tenaga kerja namun hal ini kurang kuat untuk melambungkan dolar AS. Pasalnya, rencana pembicaraan dagang Washington dan Beijing telah meredakan ketegangan perdagangan. Selama ketegangan ini, dolar AS selalu mengambil untung karena posisinya sebagai aset safe haven.

“Angka pekerjaan yang kuat tidak meningkatkan dolar lebih banyak karena investor tetap fokus pada ketegangan perdagangan,” kata Juan Perez, pedagang mata uang senior di Tempus, Inc. di Washington.

Greenback menarik arus safe haven selama masa ketidakpastian ekonomi dan politik. Dan tekanan datang setelah laporan Bloomberg bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mencari waktu berbicara dengan Presiden RRC Xi Jinping soal perjanjian perdagangan sebelum pertemuan G20 di Argentina pada akhir November.

Sengketa perdagangan antara dua negara ekonomi besar dunia telah menyebabkan krisis ekonomi global dan mendorong permintaan greenback karena investor melihat Amerika Serikat dalam kondisi yang lebih baik daripada para pesaingnya untuk menghadapi perang dagang.

1 thought on “Laju Pertumbuhan Tenaga Kerja Dongkrak Dolar Amerika Serikat

Leave a Reply

Your email address will not be published.