June 29, 2022

Pemerintah konsisten mengampanyekan pembelian dan penggunaan produk dalam negeri untuk mendongkrak pertumbuhan industri Tanah Air. Kali ini, kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) berlangsung di Lampung.

Dalam Gernas tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir langsung mengingatkan agar mengedepankan produk-produk dalam negeri dan orang Indonesia harus bangga dengan itu.

“Saya melihat semua produk UMKM Lampung bagus sekali dan produknya sangat berkualitas, jangan kita impor barang ataupun makanan yang bisa kita produksi dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/6/2022).

Melalui Gernas BBI, sambung Luhut, industri kecil menengah (IKM) dapat mengembangkan usaha, meningkatkan transaksi penjualannya, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia pun mengingatkan untuk tetap mengatur sektor perdagangan dan perindustrian, termasuk terkait UMKM agar selalu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kita akan atur perdagangan dan perindustrian supaya lebih mengedepankan produk dalam negeri, apalagi pertumbuhan ekonomi kita sangat bagus dan masih terkendali sampai saat ini,” ucapnya.

Langkah Kemenperin

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, terdapat tiga tujuan utama dilaksanakannya program Gernas BBI Lagawi Fest di Lampung.

Meningkatkan jumlah industri kecil dan menengah yang on boarding, pendampingan wirausaha industri, dan peningkatan transaksi penjualan para IKM.

Agus memaparkan, pada 2021, sektor industri pengolahan Provinsi Lampung tumbuh 4,57 persen dan menyumbang 19,65 persen atau sektor penyumbang terbesar kedua terhadap PDRB Provinsi Lampung.

Dari total 192.234 UKM yang ada di Provinsi Lampung, sebanyak 95.401 merupakan industri kecil dan menengah yang didominasi oleh pelaku industri makanan dan minuman.

Dalam rangka mendukung tujuan Gernas BBI untuk menaikkan jumlah Artisan Indonesia, hingga 30 juta di marketplace pada 2023, Kementerian Perindustrian konsisten memberdayakan pelaku IKM melalui penguasaan teknologi e-business melalui Program e-Smart IKM.

Melalui esmartikm.id ini pula, Kemenperin menggelar penjaringan IKM Lampung pada tanggal 27 Februari-6 Maret 2022 dan menghasilkan 478 IKM pendaftar.

“Program e-Smart IKM Kemenperin telah berjalan sejak tahun 2017, dan sampai saat ini telah melatih 22.515 pelaku industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia,” sebut Agus.