September 30, 2022

ISLAMABAD – Mahkamah Agung (MA) Pakistan dijadwalkan akan memutuskan banding terakhir Asia Bibi, seorang wanita non-Muslim yang telah dijatuhi hukuman mati atas tuduhan menista agama Islam, Rabu (31/10/2018). Kasus ini menarik perhatian sekaligus kecaman global.

Vonis mati dengan cara digantung telah dijatuhkan pengadilan di Pakitan terhadap Asia Bibi sejak 2010. Ibu empat anak ini menjadi wanita pertama yang dijatuhi hukuman mati di bawah undang-undang penistaan di Pakistan.

Kasus ini bermula ketika Asia Bibi sedang istirahat kerja bersama rekan-rekannya pada tahun 2009. Saat itu, Bibi pergi mengambil air untuk dirinya dan rekan-rekan kerjanya dari sebuah sumur. Setelah dia menyesap air, beberapa rekan-rekannya yang Muslim menjadi marah karena Bibi yang penganut Kristen telah minum dari wadah yang sama.

Rekan-rekannya yang marah menuntut dia pindah agama. Bibi menolak. Lima hari kemudian, massa menuduhnya melakukan penistaan agama. Dia lantas didakwa dan dijatuhi hukuman mati.

Kasus Bibi dimanfaatkan kelompok garis keras di Pakistan sebagai agenda politik. Kelompok tersebut menentang keras pembebasannya dan meyakini tuduhan penistaan yang janggal itu benar adanya.

Partai Tehreek-e-Labaik Pakistan (TLP) yang ultra-Islamis, memperingatkan pengadilan terhadap konsesi apa pun untuk Bibi.

“Jika ada upaya untuk menyerahkannya ke negara asing, akan ada konsekuensi buruk,” ancam TLP dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Reuters.

Di Pakistan, tuduhan menghina Nabi Muhammad dan agama Islam terancam hukuman keras, termasuk hukuman mati. Tuduhan semacam itu juga membangkitkan emosi publik di negara mayoritas Muslim tersebut.

Bibi selalu menolak tuduhan telah menista agama Islam mengklaim bahwa dia terlibat dalam perselisihan dengan tetangganya. Menurutnya, penuduhnya telah bertentangan dengan klaim yang dibuat.

Pada bulan Februari, suami Bibi; Ashiq Masih, dan salah seorang putrinya bertemu dengan Paus Fransiskus sesaat sebelum Kolose Roma kuno dinyalakan dalam warna merah untuk solidaritas terhadap Bibi.

Paus Fransiskus mengatakan kepada putri Bibi, “Saya sering memikirkan ibu Anda dan saya berdoa untuknya”.

Pada pertemuan Roma, Masih mengatakan bahwa istrinya tidak bersalah. “Ini hanya kebencian terhadap orang Kristen, yang dianggap tidak suci,” katanya.

4 thoughts on “MA Pakistan Putuskan Nasib Asia Bibi yang Dituduh Menista Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published.