Home POLITIK Membelot ke Jokowi, 4 DPD Partai Demokrat Tak Diberi Sanksi
Membelot ke Jokowi, 4 DPD Partai Demokrat Tak Diberi Sanksi

Membelot ke Jokowi, 4 DPD Partai Demokrat Tak Diberi Sanksi

0
0

 Partai Demokrat akan memberikan dispensasi khusus untuk DPD partai yang tidak mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Sementara ini, ada 4 dewan pemimpin daerah Demokrat yang membelot dari keputusan resmi DPP dan justru mendukung Jokowi – Maruf Amin. Sebenarnya, terdapat 7 DPD yang tak mau mendukung Prabowo – Sandiaga Uno.

“Ada 4 dari 7 DPD Demokrat itu yang mendapat dispensasi,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018).

Ferdinand menjelaskan, salah satu DPD Partai Demokrat yang mendapat dispensasi khusus dari DPP adalah DPD Partai Demokrat di Papua.

Sebabnya, Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga kader Demokrat, sebelumnya secara tegas mendukung Jokowi – Maruf Amin dan tidak takut kalau disanksi SBY.

Ia menjelaskan, 92 persen kader Demokrat di Papua menyatakan diri mendukung Jokowi – Maruf Amin. Hanya 8 persen kader di Papua yang mendukung Prabowo – Sandiaga Uno.

“Jadi, kami memaklumi pernyataan Pak Lukas Enembe. Ya memang (disayangkan) penyampaiannya bersemangat. Kami berkoordinasi (dan meminta pada Lukas) untuk memilih kalimat yang bukan seolah-olah bertentangan dengan DPP,” tukasnya.

Selain Papua, DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara juga akan mendapatkan dispensasi khusus. Sama seperti di Papua, mayoritas kader Demokrat Sulut mendukung Jokowi – Maruf Amin.

“Ya Sulut juga. Tapi nanti, kami akan mengajak seluruh DPD berbicara lebih dulu. Apakah mempertahankan garis politik DPP (mendukung Prabowo – Sandiaga) menyulitkan mereka di bawah. Misalnya, menyulitkan caleg-caleg di daerah,” jelasnya.

Sementara dua DPD Demokrat lain yang bakal mendapat dispensasi karena mendukung Jokowi – Maruf Amin, Ferdinan masih enggan memublikasikannya.

Ia menjelaskan, dispensasi khusus akan diberikan partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono agar kader partai di daerah tidak kehilangan suaranya saat Pemilu 2019.

“Karena kami sebagai partai tidak ingin (suara) partai kami ini jeblok di sana. Kami lihat opini dan animo masyarakat di daerah untuk mendukung Pak Jokowi tinggi. Kami juga harus berpikir untuk menyelamatkan partai,” tandasnya.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]