October 3, 2022

Yogyakarta – Kecanduan nikotin sering kali menjadi alasan perokok berat sulit menghentikan kebiasaan merokok. Namun alasan itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Mengingat nikotin merupakan salah satu zat adiktif, yaitu zat yang membuat kecanduan pemakainya.

“Nikotin merangsang produksi dopamine. Dopamine itu hormon yang menimbulkan sensasi kenikmatan,” kata Dewan Penasehat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Jawa Barat, dokter Ardini Raksananagara dalam Diskusi Publik Produk Tembakau Alternatif dalam Perspektif Kesehatan dan Hukum di UC Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

Nikotin mulai bekerja pada 10 detik pertama ketika merokok. Nikotin akan masuk ke pusat saraf otak yang merangsang kemunculan hormon dopamine. Efek kenikmatan dari nikotin yang berbahaya karena membuat kecanduan itu muncul 15 menit sesudahnya. Tidak heran, perasaan ingin merokok lagi akan muncul pada menit selanjutnya.

Perokok berat acapkali diasumsikan menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari. Semisal, satu bungkus rokok berisi 16 batang. Satu batang rokok mengandung satu milligram nikotin. Artinya, perokok mengkonsumsi 32 miligram nikotin dalam sehari.

“Esok harinya harus memasukkan nikotin lagi (karena kecanduan),” kata Ketua Koalisi Bebas TAR (Kabar) dan Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, Amaliya.

Saat perokok berat diminta langsung berhenti merokok akan memunculkan ekses sakaw, gampang marah, tidak fokus, tidak bisa menghasilkan ide cemerlang, tidak kreatif. Kondisi yang sama dialami suami dokter yang mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung itu yang pernah menjadi perokok berat, tetapi kini sudah dinyatakan zero nicotine (bebas dari nikotin) itu. “Suami saya mengeluh tidak fokus bekerja, sulit memunculkan ide baru untuk desainnya,” kata Amaliya.

Sementara berbagai metode untuk membuat perokok berat berhenti merokok (smoking cessation) sulit dijalani. Acapkali perokok hanya berhenti merokok sementara, kemudian kambuh kembali.

Secara garis besar ada dua metode untuk berhenti merokok. Pertama, metode non-farmakologi, seperti konseling, terapi perilaku, juga niat berhenti merokok dari perokok sendiri. Kedua, metode farmakologi, meliputi Nicotine Replacement Therapy (NRT), pemberian obat Varenicline, Bupropin, maupun Electronics Nicotine Delivery Systems (ENDS).

Produk NRT bisa dalam bentuk permen karet, koyok yang ditempel pada kulit, inhaler, ataupun semprotan pada rongga mulut. Sedangkan produk ENDS bisa berbentuk rokok elektrik (vape). Rokok elektrik inilah produk yang paling banyak ditemukan dan dijual di Indonesia. Sedangkan produk NRT yang dulu pernah disediakan di apotik, kini sulit ditemukan, bahkan kini menghilang. Lantaran banyak dokter tidak menuliskannya dalam resep sebagai obat untuk upaya menghentikan kebiasaan merokok. “Karena dokter tidak banyak yang tahu produk itu,” kata Amaliya.

4 thoughts on “Mengapa Nikotin Bikin Perokok Kecanduan?

  1. 890933 352530Hi my friend! I want to say that this post is incredible, good written and consist of approximately all significant infos. Id like to see far more posts like this . 102424

  2. 72326 407926I discovered your weblog site on google and check a couple of of your early posts. Proceed to preserve up the superb operate. I just additional up your RSS feed to my MSN Information Reader. In search of forward to reading extra from you later on! 348271

  3. 29505 77169I discovered your blog site website on the search engines and check several of your early posts. Always maintain up the extremely excellent operate. I lately additional increase Rss to my MSN News Reader. Seeking for toward reading a lot much more on your part later on! 591683

  4. 133314 266811Likely to commence a business venture around the refers to disclosing your products and so programs not just to individuals near you, remember, though , to several potential prospects far more by way of the www often. earn funds 452963

Leave a Reply

Your email address will not be published.