Home Travel Menparekraf Sandiaga Tak Segan Tutup Destinasi Wisata yang Sebabkan Klaster Lebaran
Menparekraf Sandiaga Tak Segan Tutup Destinasi Wisata yang Sebabkan Klaster Lebaran

Menparekraf Sandiaga Tak Segan Tutup Destinasi Wisata yang Sebabkan Klaster Lebaran

0
0

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tak segan untuk menutup destinasi wisata dan sentra-sentra ekonomi kreatif apabila tempat tersebut menjadi kluster baru saat Lebaran mendatang.

“Kami secara tegas menyampaikan, jika destinasi wisata dan sentra-sentra ekonomi kreatif itu hadir sebagai risiko peningkatan Covid-19, tentunya tidak segan-segan kami akan berikan rekomendasi untuk ditutup,” kata Sandiaga dalam acara Weekly Press Briefing 2021 di Gedung Sapta Pesona, Gambir, Jakarta, Senin (10/5).

Oleh karena itu Sandiaga minta pengelola destinasi wisata dan setra ekonomi kreatif menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah munculnya klaster Lebaran. Hal ini menjadi salah satu cara Sandiaga untuk mencegah klaster baru.

Hal tersebut dilakukan demi mecegah laju penularan Covid-19 . Terlebih, saat ini ada tiga varian baru Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia.


“Jauh-jauh hari sudah saya sampaikan, protokol kesehatan yang harus bisa diterapkan secara ketat dan disiplin,” tegas Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga berharap, pihak-pihak pengelola destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif dapat bekerja sama mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah lonjakan kasus positif Covid-19.

“Saya harapkan kerjasama dari seluruh pihak untk mematuhi pemerintah mengenai larangan mudik ini dan peningkatan protokol kesehatan. Saya mendapat kabar bahwa varian baru, variant of concern sudah ditemukan di Jakarta dan wilayah lainnya, jadi sudah sepatutnya kita berhati-hati,” jelas Sandiaga.

Selain protokol kesehatan, destinasi wisata, khususnya di DKI Jakarta juga sudah menerapkan batas maksimal kapasitas pengunjung sebanyak 25-30%.


“Jadi sekali lagi saya mengingatkan, dan saya butuh kerjasama semua pihak bahwa tiap-tiap pengelola destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif patuh dan ketat dalam penerapan protokol kesehatan. Jika di DKI, (maksimal kapasitas pengunjung itu) 30%, itu adalah batas maksimalnya,” tandasnya.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]