Home Travel Peluit Kapal Bersahut Debur Ombak di Pantai Bias Tugel, Padangbai
Peluit Kapal Bersahut Debur Ombak di Pantai Bias Tugel, Padangbai

Peluit Kapal Bersahut Debur Ombak di Pantai Bias Tugel, Padangbai

0
0

Jakarta – Padangbai dikenal sebagai pelabuhan yang sibuk di Pulau Bali. Kapal dari berbagai daerah berlabuh di sini. Suara peliut kapal kerap terdengar menyatu dengan debur ombak. Namun, tak berarti tak ada tempat yang tenang untuk bersantai menikmati pasir putihnya.

Tak jauh dari Pelabuhan Padangbai yang termasuk Kabupaten Karangasem ini ada sebuah pantai yang banyak diburu turis asing. Pantai Bias Tugel memang harus dicapai dengan jalan berliku. Jalan masuknya ke arah kanan tepat sebelum gerbang pelabuhan. Beberapa homestay terlihat berderet di jalan yang dikenal sebagai Gang Mumbul itu.

Setelah melalui jalan selebar satu kendaraan roda empat, dengan melipir ke perbukitan, sekitar 600 meter, baru jalan kecil itu berujung pada jalan yang diapit dua tembok dan terlihat deretan mobil di sisi kanan. Pada titik tersebut kendaraan harus berhenti. Namun, ruang parkir yang sempit, membuat kendaraan yang ke luar pun harus mundur.

Gerbang masuk dijaga beberapa pemuda setempat yang menarik retribusi. Saya menembus panas di antara dua dinding tembok, menuruni tangga hingga bertemu dengan lubang pada dinding kiri. Di sini lah saya harus berbelok menjejaki jalan setapak di antara pepohonan. Suara debur ombak begitu nyaring terdengar. Di ujung bukit, terlihat pantai berpasir putih, tapi saya harus menuruni bukit terlebih dulu.

 

Panjang pantai hanya sekitar 400 meter, di tepian ada beberapa warung. Namun, rupanya menjadi pilihan sejumlah turis asing. Terlihat payung besar warna warni menjadi tempat berteduh manakala sinar surya terlalu kuat.

Saya kali ini memilih untuk duduk manis, teriknya terlalu menyakitkan kulit. Meski para pemilik kulit pucat terlihat asyik bergumul dengan ombak di tepi pantai. Ketika perlahan mentari mulai beranjak turun, dan teriknya tak terlalu kuat, baru saya menginjakkan kaki di pantai berpasir halus nan putih itu. Suara peluit kapal memang sesekali terdengar, tapi cepat hilang karena suaranya dibalas debur ombak cukup kencang.

Sudah ada beberapa warung yang menyediakan, camilan dan makanan sehingga cukup aman bagi yang ingin berlama-lama di sini. Cuma kebanyakan turis asing ke pantai di Padangbai ini memang datang untuk berjemur. Ombak yang yang besar tak memungkinkan untuk bermain di laut terlalu jauh. Tapi sekadar untuk menikmati sore, sembari melihat kapal besar melaju, bisa menjadi pilihan yang tetap mengasyikkan. Apalagi pasir pantainya begitu lembut.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]