October 3, 2022

Jakarta – Sekitar 2.500 orang berkumpul untuk mengenang 11 umat Yahudi yang tewas dalam sebuah serangan penembakan di Sinagog Pittsburgh, Amerika Serikat. Sejumlah orang memberikan pidato di acara ini.

Wali kota Pittsburgh, Bill Peduto, menyebut penembakan masal pada hari Sabbath adalah sebuah jam kegelapan. Dia pun memastikan akan bekerja sama dengan seluruh masyarakat sebagai satu kesatuan dan mengalahkan kebencian dengan cinta.

Tiga anggota jemaat Sinagog Pittsburgh yang dekat dengan Peduto menjadi korban tewas. Pelaku yang diketahui bernama Robert Bowers, 46 tahun, melepaskan tembakan membabi-buta kepada jemaat sambil meneriakkan kalimat bahwa seluruh Yahudi harus mati.

Enam dari 11 korban tewas adalah lansia dan empat anggota polisi. Pelaku penembakan sudah di bekuk. Terdapat dua korban luka lainnya dalam kondisi kritis.

Upacara peringatan ini diselenggarakan di auditorium prajurit dan pelaut, dimana lebih dari 2.300 kursi dipenuhi pengunjung yang ingin mengikuti prosesi ini. Kerumuman orang juga terlihat hingga di luar gedung.

“Apa yang terjadi kemarin tidak akan mencari-berai kita. Tidak akan mengacaukan kita. Kami akan terus berkembang, menyanyi, berdoa, beribadah, belajar bersama, melanjutkan warisan sejarah di kota yang ramah ini,” kata Jonathan Perlman, Rabbi, seperti dikutip dari Reuters, Senin, 29 Oktober 2018.

Liga anti-pemfitnahan dan humas Dewan Yahudi menyebut pembantaian di sinagog pada Sabtu, 27 Oktober 2018, adalah serangan paling mematikan yang pernah terjadi di komunitas Yahudi Amerika. Pelaku pembantaian telah dituntut di bawah undang-undang federal dengan dakwaan kejahatan kebencian dan terancam hukuman mati.

3 thoughts on “Penembakan Sinagog, Ribuan Orang Padati Acara Berkabung

Leave a Reply

Your email address will not be published.