May 29, 2022

JAKARTA – Aksi saling sindir dilakukan elite Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu dipicu pernyatan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut banyak rintangan bergabung ke kubu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hambatan atau rintangan itu salah satunya SBY menyebut karena hubungannya dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri belum pulih. Perasaan SBY pun ditanggapi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto sebagai keluhan musiman yang selalu dilontarkan SBY.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, memang ada rintangan yang mempengaruhi dua tokoh yang sama pernah menjadi Presiden RI tersebut.

“Dibandingkan dengan konflik yang lain, perang dingin kedua tokoh ini terbilang cukup lama sejak 2004 lalu,” ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (27/7/2018).

(Baca juga: PDIP Tak Anggap Koalisi Demokrat-Gerindra sebagai Ancaman)

Adi menganggap sepertinya ‘ada luka’ yang tak sepenuhnya terobati oleh kedua tokoh politik nasional ini. Padahal kata Adi, seyogyanya dalam politik tak ada rival abadi yang ada kepentingan abadi.

Rintangan selanjutnya menurut Adi, sangat terkait dengan penerimaan partai-partai koalisi terhadap Demokrat. Bukan hanya soal ‘jatah kekuasaan’ yang bakal terbagi ke Demokrat, namun menyangkut eksistensi Demokrat 5 tahun mendatang.

Menurut dia, jika Demokrat merapat ke Jokowi ibarat pelihara anak macan karena sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berpotensi menjadi rising star dalam kontestasi Pilpres saat ini maupun di masa yang akan datang.

“Cak Imin, Rommy, bahkan Airlangga akan susah bersaing sama AHY ke depan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.