Home Business Produk Fashion UKM dari Malang Tembus Pasar Negara Maju Eropa dan Amerika
Produk Fashion UKM dari Malang Tembus Pasar Negara Maju Eropa dan Amerika

Produk Fashion UKM dari Malang Tembus Pasar Negara Maju Eropa dan Amerika

0
0

Di tengah pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, produk kriya dan fashion buatan pengusaha UKM asal Kota Malang berhasil menembus pasar ekspor.  Mengusung brand House of Diamonds (HoD), kriya dan fashion ciptaan dua saudara yakni Nur Cholidah dan Noor Fadillah, memproduksi sejumlah produk mulai dari kimono, masker, bandana, hingga pakaian produk jahitan tangan lainnya.  Salah satu Founders HoD, Nur Cholidah, menuturkan tak menyangka bila produk handmade kriya dan fashion miliknya bisa menembus pasar ekspor mancanegara. Apalagi produk HoD awalnya ditujukan pada pasar dalam negeri.  Perempuan yang akrab disapa Ida itu, mengungkapkan awalnya pembeli produk HoD lebih banyak berasal dari Jakarta. Namun akhir-akhir ini, produk HoD justru telah terjual hingga beberapa negara maju di benua Eropa, Amerika, dan Asia, seperti Inggris, Finlandia, Kanada, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Taiwan. Dia menjelaskan, HoD bisa merambah pasar internasional setelah pihaknya memasarkan produk secara online (daring) dan memanfaatkan media sosial Instagram dengan akun @hodindonesia.  “Pelanggan bisa pesan melalui online. Kami juga jadi produsen toko-toko retail yang mendukung bisnis kecil berbasis komunitas. Itu banyak sekali di luar negeri, sehingga kami reach out (menjangkau) ke toko-toko, atau organisasi yang membawahi retailer yang mau memanfaatkan produk lokal Indonesia, seperti di Kanada ada satu, Amerika ada tiga, Australia ada satu, di Singapura ada tiga,” kata Ida, Sabtu pagi (31/7/2021).  Menurut dia, ada beragam cara pemasaran produk HoD, salah satunya dengan wholesale (grosir). Pertama-tama, HoD akan menawarkan kepada wholesaler atau toko-toko yang melakukan pembelian produk dalam jumlah besar produk tradisional yang biasa HoD produksi.  Dari situ para wholesaler ada yang langsung membeli produk, tapi ada juga toko yang inginnya memasang sesuai keinginan mereka, terkait desain dan pola jahitannya. “Jadi masing-masing wholesaler mempunyai ciri khas sendiri, tapi diproduksi oleh HoD. Strategi bergabung dengan organisasi besar, tujuannya supaya kami sebagai UKM bisa dipromosikan, sehingga bisa mendapat wholesaler baru. Awalnya tak menyangka akan ada orang yang membeli produk yang dijual oleh HoD,” tutur Ida.  Dia mengaku saat pandemi Covid-19, ada dampak penurunan omzet penjualan ke usaha HoD. Namun perlahan omzetnya mulai stabil, bahkan hingga merambah pasar ekspor.  Saat pandemi Covid-19 merebak di awal Februari 2020, HoD memproduksi masker kain bahan batik, dan non-batik untuk dipasok ke beberapa toko wholesaler di luar Indonesia, Jakarta, dan Malang. Namun diakuinya salah satu kendala yang dihadapi akibat pandemi, terhentinya pemasok bahan baku. “Saat kondisi mulai membaik, kami mulai jalan lagi pelan-pelan memproduksi pakaian, bamun tetap melihat kondisi pasar, jadi harus cermat bikin produk apa yang bisa di jual,” kata Ida.  Dia berharap ke depan bisa lebih efisien lagi dalam memproduksi dan memilih produk yang akan dijual. Tujuannya agar usaha HoD yang berbasis komunitas tetap bisa eksis.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]