June 29, 2022

Ukraina mengungkap pada Kamis (23/6/2022), pertarungan untuk mempertahankan kota kembar di Luhansk dari pasukan Rusia telah mencapai puncak mengerikan.

Penasihat Pemerintahan Ukraina, Oleksiy Arestovych, menerangkan, Rusia sedang berupaya merebut Luhansk dan Donetsk. Kedua daerah itu membentuk jantung industri Ukraina, yakni wilayah Donbass.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengabarkan, Moskow tak henti mengerahkan serangan udara besar-besaran untuk menghancurkan Donbass yang berada di timur.

Zelensky mengatakan, Ukraina membutuhkan persenjataan demi menandingi Rusia di medan perang. Dia lantas mendesak sekutunya untuk mempercepat pengiriman senjata berat.

“Kita harus membebaskan tanah kita dan meraih kemenangan, tetapi lebih cepat, jauh lebih cepat,” seru Zelensky, dikutip dari Reuters, Kamis (26/6/2022).

“Ada serangan udara dan artileri besar-besaran di Donbass. Tujuan penjajah di sini tidak berubah, mereka ingin menghancurkan seluruh Donbass selangkah demi selangkah,” imbuhnya.

Pertempuran Kota Kembar

© Disediakan oleh KumparanPrajurit Ukraina mengendarai kendaraan tempur infanteri BMP-1, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa (14/6/2022). Foto: Gleb Garanich/REUTERS

Pertempuran sengit untuk menguasai Donbass terpusat di Sievierodonetsk dan Lysychansk. Gubernur Luhansk, Serhiy Gaidai, melaporkan, pasukannya masih mempertahankan Sievierodonetsk.

Kiev berupaya melindungi pemukiman Zolote dan Vovchoyrovka di wilayah tersebut. Namun, Rusia telah merebut sejumlah desa di selatan, yakni Loskutivka dan Rai-Oleksandrivka.

Ratusan warga sipil kini terjebak di pabrik kimia di Sievierodonetsk. Rusia mengatakan, pasukan Ukraina di kota itu telah terkepung dan terjebak.

Separatis pro-Rusia melaporkan, pihaknya juga telah mengepung Lysychansk. Mereka mengeklaim telah memutus pasokan menuju kota tersebut dengan menguasai jalan dari Sieviersk.

Menurut Gaidai, situasi di kota itu sangat berbahaya. Sebab, seluruh wilayah itu berada dalam jangkauan tembakan pasukan Rusia.

Namun, Gaidai bersikeras, pasukan Rusia belum mendapatkan kendali penuh atas Sievierodonetsk.

“Untuk menghindari pengepungan, komando kami dapat memerintahkan agar pasukan mundur ke posisi baru. Mungkin ada penyusunan ulang setelah tadi malam,” jelas Gaidai.

Kementerian Pertahanan Inggris menduga, Rusia hanya berhasil maju lebih dari 5 kilometer menuju Lysychansk sejak 19 Juni. Perlawanan sengit terus menghambat pergerakan militer di wilayah Donbass.

“Beberapa unit pasukan Ukraina telah ditarik, mungkin untuk menghindari pengepungan,” cuit Kemhan Inggris.

“Pasukan Rusia menempatkan kantong Lysychansk-Sievierodonetsk di bawah tekanan yang meningkat dengan kemajuan yang merayap ini. Namun, upayanya untuk mencapai pengepungan yang lebih dalam untuk mengambil Donetsk barat tetap terhenti,” tambahnya.

Kendati demikian, Arestovych mengatakan, pasukan Ukraina berhasil menimbulkan kerugian besar bagi pasukan Rusia.

“Ini seperti dua petinju yang bergulat dengan satu sama lain di ronde ke-18 pertarungan dan nyaris tidak bisa bergerak maju. Operasi ini dimulai pada 14 April dan telah berlangsung selama hampir 80 hari,” ujar Arestovych.