Home Business Sentimen Rupiah Membuat IHSG Merosot, Pasar Asia Negatif
Sentimen Rupiah Membuat IHSG Merosot, Pasar Asia Negatif

Sentimen Rupiah Membuat IHSG Merosot, Pasar Asia Negatif

0
0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (5/9/2018) dengan dibuka turun 36,52 poin atau 0,62% ke posisi 5.868,78.

Laju IHSG semakin merosot, dengan anjlok 110,83 poin atau 1,88% ke posisi 5.794,47 pada pukul 09.40 WIB, disebabkan oleh tekanan rupiah yang terus melemah. Selasa kemarin, IHSG ditutup jatuh 62,28 poin atau 1,04% ke level 5.905,30.

Sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor aneka industri (-2,94%), finansial (-2,05%), dan konsumer (-1,98%). Dari 415 saham yang diperdagangkan, 314 tertekan, 63 stagnan dan hanya 38 yang menguat.

Nilai transaksi saham mencapai Rp1,60 triliun dari 2,65 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp71,23 miliar, dengan aksi jual asing Rp474,09 miliar dan aksi beli asing Rp402,86 miliar.

Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 3,74% ke Rp23.825, Bank Mandiri Tbk (BMRI)  turun 1,90% jadi Rp6.450, Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 2,67% jadi Rp42.800 per unit, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 2,57% ke Rp3.030, dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,05% jadi Rp3.350 per unit.

Senada, pasar Asia dibuka negatif karena perkembangan krisis di negara berkembang. Melansir dari CNBC, Rabu (5/9), indeks Nikkei 225 Jepang diperdagangkan turun 0,26%, dengan sektor real estate mengalami kerugian 1,76%. Korea Selatan Kospi juga diperdagangkan lebih rendah 0,15%, karena saham Samsung Electronics turun 1,15%.

Di Australia, ASX 200 melanjutkan tren penurunan dengan meluncur 0,76%. Indeks Hang Seng Hong Kong turun sekitar 1% di awal perdagangan. Shanghai juga lebih rendah 0,45% dan Shenzhen turun 0,47%.JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (5/9/2018) dengan dibuka turun 36,52 poin atau 0,62% ke posisi 5.868,78.

Laju IHSG semakin merosot, dengan anjlok 110,83 poin atau 1,88% ke posisi 5.794,47 pada pukul 09.40 WIB, disebabkan oleh tekanan rupiah yang terus melemah. Selasa kemarin, IHSG ditutup jatuh 62,28 poin atau 1,04% ke level 5.905,30.

Sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor aneka industri (-2,94%), finansial (-2,05%), dan konsumer (-1,98%). Dari 415 saham yang diperdagangkan, 314 tertekan, 63 stagnan dan hanya 38 yang menguat.

Nilai transaksi saham mencapai Rp1,60 triliun dari 2,65 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp71,23 miliar, dengan aksi jual asing Rp474,09 miliar dan aksi beli asing Rp402,86 miliar.

Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 3,74% ke Rp23.825, Bank Mandiri Tbk (BMRI)  turun 1,90% jadi Rp6.450, Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 2,67% jadi Rp42.800 per unit, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 2,57% ke Rp3.030, dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,05% jadi Rp3.350 per unit.

Senada, pasar Asia dibuka negatif karena perkembangan krisis di negara berkembang. Melansir dari CNBC, Rabu (5/9), indeks Nikkei 225 Jepang diperdagangkan turun 0,26%, dengan sektor real estate mengalami kerugian 1,76%. Korea Selatan Kospi juga diperdagangkan lebih rendah 0,15%, karena saham Samsung Electronics turun 1,15%.

Di Australia, ASX 200 melanjutkan tren penurunan dengan meluncur 0,76%. Indeks Hang Seng Hong Kong turun sekitar 1% di awal perdagangan. Shanghai juga lebih rendah 0,45% dan Shenzhen turun 0,47%.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[xcarousel condition="" order="DESC" featured="0" cats="movies" autoplay="" count="5"]