May 28, 2022

Jakarta – Twitter memblokir akun milik Jason Kessler dan Richard Spencer. Seperti dilansir laman Phone Arena, Ahad, 22 Juli 2018, keduanya merupakan aktivis sayap kanan asal Amerika Serikat.

Dalam sebuah laporan dinyatakan bahwa pasangan tersebut telah mengorganisasi Unite the Right Rally di Charlottesville, Virginia, Amerika. Peristiwa tersebut menyebabkan pecahnya kekerasan pada Agustus tahun lalu.

“Pada dasarnya, kita perlu lebih fokus pada dinamika percakapan di Twitter,” ujar CEO Twitter Jack Dorsey melalui akun Twitter-nya, yang dikutip laman Gizmodo. “Kami belum cukup memperhatikan di sini. Organisasi yang baik, lebih banyak konteks, seharusnya membantu mengidentifikasi kredibilitas kemudahan penggunaan.”

Pengguna telah memberikan informasi kepada pihak Twitter bahwa mereka ingin akun yang dijalankan nasionalis kulit putih, teori konspirasi, dan neo-Nazi dihapus dari platform. Karena dianggap telah menyebarkan pesan kekerasan, hal itu sudah dikritik sejak lama.

Menurut Dorsey, Twitter berusaha menjadi tempat bagi pengguna untuk dapat terlibat dalam percakapan yang lebih halus dan mengurangi perkembangan konten kekerasan. Twitter juga bukan satu-satunya media sosial yang telah mencoba mengurangi dampak konten dari para ahli teori konspirasi, nasionalis kulit putih, dan neo-Nazi di situsnya.

Awal tahun ini, YouTube mencoba membuang konten semacam itu dari pustaka video besarnya dan menghapus video yang diunggah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.