May 21, 2022

New Delhi – WhatsApp membatasi kemampuan pengguna di seluruh dunia untuk meneruskan (forward) pesan saat viral hoax di platformnya terus disalahkan atas serentetan kekerasan massa di India.

Aplikasi perpesanan yang dimiliki oleh Facebook (FB) itu sebelumnya memungkinkan pengguna untuk meneruskan pesan secara bersamaan ke sebanyak mungkin orang dan grup yang mereka inginkan.

“Hari ini, kami meluncurkan tes untuk membatasi penerusan yang akan berlaku untuk semua orang yang menggunakan WhatsApp,” kata perusahaan itu pekan lalu sebagaimana dilaporkan CNN.

“Di India – tempat orang meneruskan lebih banyak pesan, foto, dan video daripada negara lain di dunia – kami akan menguji batas 5 obrolan sekaligus dan kami akan menghapus tombol quick forward di samping pesan media,” kata WhatsApp.

WhatsApp tidak mengatakan pembatasan apa yang akan diterapkan di luar India, tetapi sumber yang akrab dengan situasi itu mengatakan kepada CNNMoney, pengguna akan dibatasi untuk meneruskan pesan hingga 20 chat.

Ini adalah upaya besar ketiga oleh WhatsApp dalam tiga minggu untuk menghentikan rumor palsu menyebar di platformnya. WhatsApp telah meluncurkan sebuah fitur secara global yang akan memberi label untuk pesan yang diteruskan.

Whatsapp telah mulai menerbitkan iklan satu halaman penuh di surat kabar India untuk memberantas berita palsu.

Puluhan orang – semua dituduh terlibat penculikan anak berdasarkan rumor yang tersebar di WhatsApp – telah tewas dalam serangkaian pembunuhan massal di seluruh negeri selama dua bulan terakhir.

Serangan terakhir minggu lalu, di mana satu orang tewas dan tiga lainnya luka serius, mendorong pemerintah untuk mengirim peringatan kedua ke WhatsApp dalam waktu kurang dari sebulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.